PUDAR
Teriakan kenikmatan mengema memenuhi seisi kamar yang selama ini penuh dengan kesunyian diantara mereka.
Ketika akan mencapai puncak, Alan mendesahkan nama yang membuat bunga di hati Mutia layu begitu saja. Sekuat tenaga Mutia dorong tubuh Alan dari atas tubuhnya, namun Alan terus bergerak hingga ambruk setelah memuntahkan semua dipusaranya.
Tak terasa air mata Mutia luruh begitu saja. Dia gulingkan tubuh Alan kesamping, lalu bergegas bangkit dari kasur untuk memakai baju tidurnya kembali, meski bagian bawah tubuhnya masih ngilu.