Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sangkur Pora

Sangkur Pora

Juga masih terawat. Memasuki Kabupaten Hulu Sungai Tengah, ponsel Mas Adry yang tergeletak tepat d samping tuas transmisi berdering. Lelaki berambut cepak yang masih fokus menyetir itu tak menjawab panggilan. Ia membiarkan saja sampai bunyi nada deringnya berhenti. Aku sempat melirik nama dari si penelepon. "My honey?" "Audi." Mas Adry mengatakan tanpa ragu-ragu.
103.2K viewsOngoingAdded to Library 101 Times as pusing
Read
+Library
Euforia

Euforia

Dan disinilah mereka sekarang, di warung kecil yang untungnya ada berjualan makanan berat, karena perut keduanya sudah dilanda keroncongan sejak tadi. Nindi mengambil semangkok mie yang disodorkan kepadanya, lalu menatap Eiden dengan tatapan dalam. "Hei, Poseidon." Eiden menatap tak percaya, ternyata Nindi masih saja menamainya dengan sebutan Poseidon. Tak mau kalah, Eiden menjawab, "Apaan, sih? Dasar tikus got." Bola mata Nindi membulat, "APA? TIKUS GOT?!" tangannya refleks menggebrak pelan meja.
2.1K viewsOngoingAdded to Library 41 Times as pusing
Read
+Library
Pulang

Pulang

Waktu terus berputar, hari-hari yang dilalui juga terasa semakin ringan, tidak ada lagi penat yang menyerang tubuh ketika malam, lelah akibat tenaga yang terkuras habis untuk bekerja sepanjang hari. Bruuuukkkk…. Suara keributan terdengar dari belakang, pak Tejo yang sedang menonton televisi bersama sang putri dikejutkan oleh suara benda jatuh dari dapur. Keduanya segera berlari mengejar suara dari belakang, untuk melihat apa yang sedang terjadi. "Bu!!!" Pak Tejo berteriak, melihat sang istri yang ambruk dengan nampan di tangannya.
103.5K viewsOngoingAdded to Library 93 Times as pusing
Read
+Library
AKAN KUTAKLUKKAN DUNIA MURIM DENGAN....

AKAN KUTAKLUKKAN DUNIA MURIM DENGAN....

PLOK! PLOK! PLOK! PLOK! PLOK! Guncangan dahsyat itu membuat kedua dada jumbo Peng Zhou bergoyang memantul liar tak beraturan. Saraf pusat di otak sang Madam berdenyut ekstrem; ia merasakan sirkulasi hawa murni berputar mendidih di perut bawahnya, menumpuk seluruh energi kenikmatan kosmis yang belum pernah ia rasakan sepanjang hidupnya di dunia persilatan, siap menuju letusan klimaks pamungkas yang paling menghancurkan kewarasannya.
102.0K viewsOngoingAdded to Library 43 Times as pusing
Read
+Library
Sang Penguasa

Sang Penguasa

bisik Darian, dan dia menekan tombol pemicu. Sesaat, tidak ada yang terjadi. Lalu, ledakan besar mengguncang udara, memecah keheningan malam. Suara kayu dan batu yang hancur menggema, dan dalam sekejap, seluruh jembatan itu runtuh. Bagian tengahnya ambruk ke dalam sungai dengan suara gemuruh yang memekakkan telinga. Air sungai bergejolak, menelan puing-puing jembatan, sementara tiang-tiang penyangga di kedua sisi terlepas dan jatuh, meninggalkan kehancuran total di belakangnya.
101.6K viewsOngoingAdded to Library 56 Times as pusing
Read
+Library
PENEBUS DOSA PENDUA

PENEBUS DOSA PENDUA

Gerald menunjukkan berbagai jenis senjata tajam yang tersusun rapi di dinding. “Kamu perlu tahu cara menggunakan ini,” ujar Gerald sambil mengambil sebuah pisau lipat. Amora menatap pisau itu dengan sedikit ragu. “Aku nggak yakin bisa menggunakan senjata.” “Kamu bisa,” tegas Gerald. “Dan kamu harus bisa.” Ia menyerahkan pisau itu ke tangan Amora. “Pegang dengan erat. Jangan pernah ragu saat menggunakannya. Keraguan bisa membunuhmu.”
10784 viewsOngoingAdded to Library 27 Times as pusing
Read
+Library
Pura-Pura Mati

Pura-Pura Mati

"Ya Tuhan, jika engkau memang menakdirkan hidupku hanya sampai saat ini. Hamba mohon, matikan aku dalam keadaan Husnul khatimah. Juga, jasadku nanti bisa ditemukan oleh pihak keluarga." Kalimat itu keluar begitu saja dari mulutku. Tubuh ini sudah menggigil hebat, merasakan sakit yang mendera sekujur tubuh. Apalagi saat kudengar suara ledakan, diiringi dentuman yang kuat. Membuat semua orang yang ada di tempat itu berteriak histeris. Tiba-tiba entah dari mana asalnya, air dalam jumlah yang banyak masuk ke dalam. Menenggelamkan kami. Satu persatu orang-orang yang berada di tempat itu, terbawa gelombang yang dahsyat. Begitu juga denganku. Sekujur tubuh ini tak bisa lagi merasakan apa-apa. Yang
102.2K viewsOngoingAdded to Library 62 Times as pusing
Read
+Library
Choice

Choice

Bibirnya tersenyum menerima gelas kosong. “Nah gitu dong nurut.” “Iya aku pasti nurut karena nggak mau denger kebawelanmu.” Intan memijat pinggangnya yang sedikit pegal. “Rei, aku boleh sandaran bentar ke kamu? Punggung rada pegel.” Reihan mengangguk. Intan sandarkan punggung di dadanya yang bidang. Kedua tangannya mengelus perut Intan yang buncit. Dia merasa ada gerakan lembut menendang perut itu.
102.5K viewsOngoingAdded to Library 66 Times as pusing
Read
+Library
Mistpouffer

Mistpouffer

“Boleh, tapi mau sekarang banget? Aku mau jagain Namika dulu. Kondisinya rawan banget kalau dia kena efek dari baca pikiran orang. Aku enggak nyangka dia sampai muntah gitu.” Arjuna mengangkat bahunya. “Jujur aku kaget juga sih. Kayaknya kekuatan Yumi aja yang enggak ada efek sampingnya. Yah, cuma emang kekuatannya dia lemah banget dibandingkan Namika dan Alora.”
1.8K viewsOngoingAdded to Library 53 Times as pusing
Read
+Library
Pagi yang Enggan Kembali

Pagi yang Enggan Kembali

Tatapan yang selalu ia hindari demi dapat berlari pergi. Aru kembali dengan segelas air dan menyerahkan ke Baskara. Ria berusaha duduk. Baskara menahan punggungnya sambil mendekatkan gelas ke mulutnya. Terdengar suara glek-glek cepat. Pastilah energinya banyak terpakai. Gelas itu kandas dalam waktu singkat. Ia kembali berbaring.
1.5K viewsOngoingAdded to Library 37 Times as pusing
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status