Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pagi yang Enggan Kembali

Pagi yang Enggan Kembali

Tatapan yang selalu ia hindari demi dapat berlari pergi. Aru kembali dengan segelas air dan menyerahkan ke Baskara. Ria berusaha duduk. Baskara menahan punggungnya sambil mendekatkan gelas ke mulutnya. Terdengar suara glek-glek cepat. Pastilah energinya banyak terpakai. Gelas itu kandas dalam waktu singkat. Ia kembali berbaring.
1.4K viewsOngoingAdded to Library 35 Times as pusing
Read
+Library
PELAKOR KAPOK

PELAKOR KAPOK

Pusing isi kepalaku. *****
5.6K viewsCompletedAdded to Library 222 Times as pusing
Read
+Library
Purba Sang Pemuas

Purba Sang Pemuas

Tetesan lendir bening itu melumasi paha bagian dalamnya secara merendahkan martabat seorang wanita penipu. Dibombardir berulang kali pada titik paling sensitif, mahasiswi penyebar hoaks itu kembali menjerit melengking memecah suara derit engsel meja. Tubuhnya bergetar dahsyat dihantam gelombang orgasme kedua yang seketika melumpuhkan seluruh sendi lutut penyangganya hingga nyaris ambruk ke lantai. -> Koreksi arsitektur: karena paragraf sebelumnya 2 kalimat, ini saya pecah jadi 3 kalimat. Dibombardir berulang kali pada titik paling sensitif, mahasiswi penyebar hoaks itu kembali menjerit melengking memecah suara derit engsel meja. Gelombang orgasme kedua langsung menghantam rahimnya tanpa bela
9.9K viewsOngoingAdded to Library 287 Times as pusing
Read
+Library
PELUKAN BERDARAH

PELUKAN BERDARAH

Bleshh! Pisau yang ditemukan Riko di lantai menancap tepat di punggung Robert. “Arghhh!” Robert menjerit kesakitan, tubuhnya terhuyung. Semua orang sontak menoleh. “Tidaaaak!” Wike menjerit histeris. Ia menggeleng kuat-kuat, tubuhnya merosot ke lantai, seakan tak mampu menerima kenyataan pahit bertubi-tubi.
101.8K viewsCompletedAdded to Library 59 Times as pusing
Read
+Library
PANGGUNG HEBOH

PANGGUNG HEBOH

“Lu semua jangan nyerah dong. Nggak tau kenapa, gue sih punya feeling kasus ini ada jalan keluar. Kita tunggu aja satu-dua hari ini.“ “Dasarnya apa? Feeling?“ “Kalian cowok cuma mikir berdasar logika. Kami para cewek mikir bukan cuma dengan logika tapi juga feeling. Kita tunggu aja satu-dua hari ini.“ * “Selamat siang dokter Nababan, ini Mbok Min yang kerja di keluarg... Iya, betul. Dok, bisa datang secepatnya ke tempat kami? Ini penting... Alhamdulilah, jadi bisa ya datang secepatnya..... Ini yang sakit Abah. Dia muntah-muntah dan sekarang ditemani Emak.... Oh yang muntah waktu itu udah sembuh. Ini muntah karena kasus lain dan lebih parah.... Mukanya sampe pucat... Penyebab muntahnya Abah?
7.4K viewsCompletedAdded to Library 222 Times as pusing
Read
+Library
Payung Yang Jebol

Payung Yang Jebol

Puisi Jawa! Pengamen yang menari-nari itu kian berputar kencang, seiring dengan iringan gamelan yang kian ndadi, seperti reog ponorogo. Tiba-tiba saja, seperti gasingan yang baru saja disentakkan dari talinya, orang itu berputar hebat. Lalu jatuh terduduk, lemas. “Wah, apa tidak pusing orang itu!” gumam seseorang. Tampaknya tidak. Sebab tak lama kemudian si penari itu telah berdiri lagi. Matanya nanar memandang seputar sambil mulutnya komat-kamit.
1.5K viewsOngoingAdded to Library 41 Times as pusing
Read
+Library
Purnama

Purnama

Purnama menjawab sambil memijat pelipisnya. "Pucet banget muka lu." "Kepala gue juga pusing banget." "Izin aja sama Pak Alex." Purnama tiba-tiba berdiri lalu berlari ke toilet sambil menutup mulutnya. Lily mengejarnya. "Hoek ... hoek ...." Purnama memuntahkan isi perutnya ke dalam kloset. "Gue ambil minyak angin ya sebentar!" Lily segera menuju ke mejanya. Ia mengambil sebotol minyak angin di dalam tasnya.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 82 Times as pusing
Read
+Library
Mate

Mate

Akhirnya kami menyerah dan masuk kembali ke mobil. “Padahal terakhir kali aku kesini boleh lho, subuh.” gumam Mas Wira. Aku hanya mengamati Mas Wira. Nggak tau harus merespon apa. “Kita ke Puncak Becici aja dulu, deh.” “Itu tempat apa, Mas?” “Mirip sama Hutan Pinus Pengger.” jawab Mas Wira. Aku mengangguk-angguk. “Yaudah, kesitu aja Mas.”
103.9K viewsOngoingAdded to Library 116 Times as pusing
Read
+Library
Patah

Patah

*** Bersambung Author’s note: Nah, keluar lagi nih nama Papyrus. Di blurb sudah dijelaskan hubungan Nayara dengan founder Papyrus ya. Jadi next part si babang ganteng yang dingin sudah muncul. Dinginnya kayak apa? Stay tune, Darla. Makanya subscribe & follows dong. Biar Bang Notif cepet kasih info kalau ada bab baru. Nggak usah malu-malu sama Bang Notif. Di sini zona malu-maluin. Ditunggu komennya ya, Darla…
1028.5K viewsCompletedAdded to Library 799 Times as pusing
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status