Petaka Mendua
Mereka bergantian menimang anak kami, hanya Aisya yang tidak bereaksi sama sekali, dia diam mematung tanpa suara, mau pun tersenyum.
"Karin, mas yang kasih nama ya!" pintanya ramah, dengan lengkungan dibibirnya.
"Silahkan," jawabku tak kalah ramah. Membuat Ibu dan Bapak, serta Ummi dan Abah menyunggingkan senyum.
"Emilia Khumaira Putri," ucapnya, seraya mendaratkan satu kecupan di kening putri kami.
Bab Populer