Takhta yang Dibayar Air Mata
Kini, dia mengenakan jubah kebesaran Raja dan duduk di atas singgasana Raja yang dingin, tetapi dia tidak akan pernah bisa menemukan kembali binar semangat yang terpancar di dalam lukisan itu.
Dia menyuruh semua orang keluar, lalu duduk seorang diri di bawah cahaya lilin sambil menatap lukisan tersebut.
Lama-kelamaan, pandangannya mulai mengabur.
Dia teringat banyak hal.
Teringat saat wanita itu baru pertama kali masuk ke istana, dia masih suka memetik bunga melati di taman kerajaan untuk dirangkai di dalam vas, berbicara kepadanya dengan suara yang lembut, serta mencuri pandang ke arahnya saat perjamuan istana lalu buru-buru memalingkan wajah ketika ketahuan olehnya.
Hot Chapters