Tidak Untuk Dimiliki
Kiara mendongak menatap Hasbi, air matanya kembali menetes, kali ini karena rasa haru dan syok yang tak terbendung.
"Jangan senang dulu," potong Hasbi, senyum di bibirnya menghilang, digantikan oleh tatapan memperingatkan. "Baskara adalah pebisnis. Dia tidak pernah memberikan sesuatu secara gratis."
Hasbi menunjuk ke arah bagian bawah dokumen tersebut.
"Lihat syarat dan ketentuannya, Kiara."
Kiara menurunkan pandangannya. Di bawah kolom tempatnya harus bertanda tangan, terdapat sebuah klausul kecil yang diketik dengan huruf miring tegas.