Pijatan Nikmat Sang CEO
Kadang-kadang, keberanian adalah keputusan sederhana untuk memilih diri sendiri, untuk mengikuti kompas moral pribadi, untuk memulai lagi.
Ia menatap Arissa yang sedang menyesap anggurnya. Cahaya lilin membuat wajahnya bersinar lembut.
"Terima kasih," kata Nathaniel.
"Untuk jurnal itu? Itu bukan apa-apa."
"Bukan," Nathaniel menggeleng. "Untuk tetap di sini. Untuk melihatku saat aku bahkan tidak bisa melihat diriku sendiri."
Arissa meraih tangannya di atas meja. "Kita semua membutuhkan seseorang yang percaya pada kita, terutama saat kita lupa cara percaya pada diri sendiri."