Perempuan Bermahar Lima Miliar
“Makanya, saya sampai bela-belain membiayai pendidikan si Sodik, nyantrèn ke sana-sini. Maksud saya dulu, biar dia bisa melanjutkan tongkat kepemimpinan pondok pesantren saya. Eehhh, ujung-ujungnya malah dagang hayam.”
Timpal KH. Bashori bermaksud menenangkan rasa gundah sahabatnya tersebut, “Ya, mau bagaimana lagi atuh, Nam. Namanya juga anak-anak. Pasti pada punya keinginan dan pilihannya sendiri-sendiri. Istilahnya mah, ‘kalapa samangar, moal sarua kabèh.’ Pasti ada saja, satu-dua, yang berbeda. Yang terpenting mah, ilmu yang telah dia dapat, bisa berguna buat dia dan bermanfaat juga untuk orang lain. Bukannya begitu, Nam?”
Hot Chapters