Dalam Dekap Hangat Pak Profesor
Aroma wiski bercampur parfum maskulin yang pekat langsung mengurung indra penciuman Sasha, mengirimkan sinyal bahaya sekaligus gairah yang asing ke seluruh saraf tubuhnya.
“Dan aku ingin bayarannya sekarang,” bisik William, suaranya rendah dan serak, bergetar tepat di ceruk leher Sasha. Hembusan napasnya yang hangat membuat bulu kuduk Sasha meremang seketika.
Sasha tidak bergerak mundur. Di dalam kepalanya, ia tahu persis bahwa ini adalah bagian dari transaksi. Kelemahannya telah mati, dan jika tubuhnya adalah mata uang yang harus ia bayarkan untuk meruntuhkan mereka yang telah menghancurkan ibunya, maka ia akan memberikannya tanpa ragu.
Hot Chapters