Rahasia di Kabin Kemudi
Aku pun mengibaskan tangan dengan santai, lalu ikut duduk bersama mereka di meja.
Di atas meja ada sepiring besar kepiting, beberapa lauk tumis, dan dua botol minuman keras.
Suamiku mengangkat salah satu botol dan melihatnya sekilas. "Pak Manajer, kamu sampai membawakan arak semahal ini, aku jadi sungkan."
Manajer melambaikan tangan. "Nggak usah dipikirkan. Arak memang dibuat untuk diminum. Lagi pula, apa aku terlihat seperti orang yang kekurangan uang?"