DEAR RANIA
Sosok yang terus mengganggu pikiran Rania sejak sore tadi.
Tanpa berucap apapun tangan Rakha terulur ke arah laci nakas di sisinya, di ambilnya sebuah benda dari dalam sana. Lalu dia tersenyum lebar. "Ini bukan kalung Rania, tapi ini tasbih," ralatnya.
"Oh, gue kirain kalung. Ya maklum, guekan nggak bisa liat," ucap Rania lagi.
Ada sentilan tajam yang terasa menohok hati Rakha saat Rania yang tanpa sengaja mengatakan kalimat 'Guekan nggak bisa liat'. Mendadak, hatinya perih, pedih dan sakit.