Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pedang Penebusan

Pedang Penebusan

[UPDATE SETIAP HARI, PUKUL 20.00 WIB] Di kerajaan Elyria yang memadukan teknologi canggih dan sihir kuno, Eiran Voss hidup dalam bayang-bayang masa lalu. Sebagai anggota elit Aliansi Aurora, ia menggunakan "Pedang Roh", senjata mistis yang terikat darah untuk melindungi kerajaan, meski hatinya beku oleh dendam terhadap kaum bangsawan yang mengkhianati dan membunuh ayahnya. Dunianya yang kelabu hanya terusik oleh Liora Faye, rekan setimnya yang mengendalikan sihir bunga; seorang gadis yang optimis, ceria, dan bertekad meruntuhkan tembok dingin Eiran. Kedamaian semu Elyria pecah ketika "Badai Roh" yang tidak wajar menghancurkan desa-desa pinggiran. Investigasi Aliansi mengungkap kebenaran mengerikan: bencana ini bukan fenomena alam, melainkan ulah Lord Zoltar, seorang bangsawan korup yang memanipulasi kristal gelap demi ambisi terlarang. Setelah konfrontasi sengit di Hutan Larang, Zoltar melarikan diri dengan rencana yang lebih jahat: membangkitkan "Jantung Bayangan", artefak kuno di Kota Bawah Tanah Elyria yang mampu memperkuat sihir gelap. Pengejaran ini memaksa Eiran menghadapi trauma terbesarnya, karena rahasia untuk menghentikan Zoltar terkubur di antara puing-puing masa lalunya sendiri. Kini, di tengah intrik politik istana yang memojokkan mereka dan ancaman kehancuran total, hubungan antara Eiran dan Liora diuji. Eiran harus memilih antara membiarkan dendam menguasainya atau membuka hati untuk mempercayai Liora dan timnya. Bersama Kairos, Sylva, Draven, dan Vesper, mereka berpacu dengan waktu untuk mencegah Zoltar menciptakan "tatanan baru" yang akan meruntuhkan Elyria.
10517 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10 kali sebagai rangkaian bunga meja
Baca
+Pustaka
Obsesi Sang Pewaris Tunggal

Obsesi Sang Pewaris Tunggal

Demi melunasi hutang kakak tirinya, Olivia Rose dipaksa menikah dengan seorang bangsawan muda di kotanya, Aaron Kendrick. Mendengar nama keluarganya saja sudah membuat sekujur tubuh Olivia gemetar karena ketakutan. Banyak rumor buruk yang didengarnya tentang keluarga Kendrick. Bengis dan suka menindas demi mendapatkan apa yang mereka inginkan. Jelas hal ini sangat bertentangan dengan prinsip hidup Olivia yang berasal dari keluarga kalangan bawah. Sejak ayahnya yang sakit-sakitan menjadi lumpuh, kehidupan Olivia berubah drastis. Hanya dengan menjalankan sebuah toko bunga kecil peninggalan mendiang ibunya, Olivia kini juga harus menghidupi dua orang beban sekaligus. Ibu tirinya yang suka berfoya-foya, lalu kakak laki-laki tirinya yang senang berjudi. Dan sekarang, Olivia juga harus menanggung akibat dari perbuatan kakak tirinya, Jack Brown. Sementara di ruangan lain di sebuah mansion besar, seorang pria berwajah pucat layaknya seorang drakula yang harus darah tengah duduk menatap langit mencekam yang diterangi oleh bulan purnama dari balik jendela kamarnya. Senyum semeringai terukir di wajah tampannya. “Kau akan menjadi milikku, Olivia.” Malam sebelum pengawal keluarga Kendrick datang menjemputnya, Olivia menemui ayahnya yang terbaring di kasur. Hanya kedua ayah dan anak perempuannya. Ayahnya meminta Olivia mengambil sebuah kotak yang sudah lama disembunyikannya di bawah tempat tidur tanpa sepengetahuan ibu tirinya. “Saat kau sudah berada di tepi jurang dan tak punya pilihan lain lagi, gunakan ini untuk melindungi dirimu.” Sebuah pistol.
10623 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai rangkaian bunga meja
Baca
+Pustaka
Cinta Tak Sehebat Robot

Cinta Tak Sehebat Robot

Di hari jadi pernikahan kami, suamiku yang tidak pernah menyentuh dapur, tiba-tiba menyiapkan satu meja penuh hidangan. Setiap kali aku mencicipi satu suapan, Evan Sibana selalu bertanya dengan detail dan mencatatnya dengan serius. Di tengah-tengah itu, dia masuk ke kamar untuk menerima telepon. Itu nada dering khusus untuk asistennya, Kamila Lumban. Aku pun asal mengambil buku catatan yang dia tinggalkan di meja. Namun, aku mendapati halaman-halamannya dipenuhi catatan rapat yang sama sekali tidak ada hubungannya denganku. [Buncisnya agak mentah, Kamila harusnya nggak suka.] [Jamurnya agak keasinan, saat masak untuk Kamila nanti, ingat untuk mengurangi garam.] [Daging kambingnya terlalu perengus, saat masak untuk Kamila nanti, ganti dengan daging sapi saja.] Suamiku kembali dan hendak mengambil bukunya, tetapi dia langsung melihat apa yang sedang kulakukan. "Jenny Igmava, kamu benar-benar nggak punya sopan santun. Memangnya aku mengizinkanmu menyentuh barangku?" Baru saja aku hendak membuka mulut, kepalaku mendadak sakit luar biasa. Bayangan suamiku di hadapanku mulai berbayang. "Evan, aku merasa nggak enak badan, sepertinya karena buncis tadi belum matang ...." "Kalau begitu, aku harus cepat-cepat mencatatnya. Jadi saat masak untuk Kamila nanti, aku harus menumisnya lebih lama." Evan sama sekali tidak memedulikanku. Sambil terus menulis di bukunya, dia bergegas berjalan ke arah pintu. "Aku pergi keluar sebentar. Daya tahan tubuhmu, 'kan, bagus. Kalau merasa nggak enak badan, minum obat saja yang banyak." Sebelum pingsan, aku menelepon suamiku sekali lagi. Namun, dari seberang telepon hanya terdengar suaranya yang tidak sabaran. "Masalah sepele begini saja diributkan? Apa kamu mau mati? Kalau sudah mati, baru telepon aku lagi!" Evan, aku tidak akan pernah mencarimu lagi!
2.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai rangkaian bunga meja
Baca
+Pustaka
CALON ISTRIKU, BUKAN ISTRIKU (BERBEDA KEYAKINAN)

CALON ISTRIKU, BUKAN ISTRIKU (BERBEDA KEYAKINAN)

Alif Ketjil
Perjalanan cinta seorang Alif Pratama tak sesederhana yang ia bayangkan sebelumnya, dalam pikirannya jika telah bertemu seseorang yang cocok maka tahap untuk menuju sebuah pernikahan bisa berjalan dengan baik. Alif dipertemukan oleh Nurul di masa pendidikan dan latihan bagi pegawai negeri yang baru mengabdi. Alif dibuat penasaran oleh kehadiran sosok Nurul saat bertemu di meja registrasi. Sandi dan Bagus, dua teman kamarnya menjadi lakon utama yang membuat Alif dan Nurul saling beradu pandang di lift hingga membuat Alif mati kutu saat berhadapan dengan Nurul. Selesai masa diklat, saat Alif kembali bertugas di Sumur Ujung Kulon Banten, hubungan keduanya berlanjut. Beberapa kejadian mulai dari ke tempat wisata danau yang ternyata sudah tutup saat mereka datangi, kejadian tidak menyenangkan di KRL, hingga keseriusan yang Alif tunjukan membuat Nurul yakin dengan sosok Alif, di matanya Alif seperti cinta pertamanya, yaitu bapaknya. Alif dan Nurul telah sepakat untuk ke tahap serius, yaitu berumah tangga. Saat Alif akan menemui orang tua Nurul, seseorang dari masa lalu Alif muncul. Khairunnisa, gadis yang ia kejar dahulu kini datang menyatakan isi hatinya. Alif sepenuhnya yakin dengan Nurul, tapi saat keyakinan Alif untuk memperistri Nurul telah diutarakan, pak Handoko belum bisa melepas putrinya. Di tengah perjuangan Alif berupaya mendapatkan restu dari orang tua Nurul, Nurul malah menjaga jarak. Saat Nurul meminta waktu untuk sendiri dengan alasan memikirkan hubungannya dengan Alif muncul pengakuan tak terduga. Alif terpukul, sebelumnya ia telah memilih Nurul dan mengabaikan Nisa yang mencoba datang kembali dalam hidupnya. Alif dalam masa pemulihan hati dan mental, ia kembali ke tempat tugasnya di Sumur Ujung Kulon. Alif sedang tidak dalam keinginan membuka hati untuk wanita dalam waktu dekat, Nisa tiba-tiba datang ke rumahnya.
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 171 kali sebagai rangkaian bunga meja
Baca
+Pustaka
Kesandung Cinta Si Ulat Buku

Kesandung Cinta Si Ulat Buku

mereka sering mengira Kota itu ramai. Tapi pada kenyataannya Kota itu tak pernah benar-benar ramai, bagi Vania rumah Vania selalu terasa lebih sunyi daripada jalanan di luar sana. Rumah dua lantai dengan pagar hitam tinggi itu berdiri megah, tetapi tak pernah terasa hangat. Dindingnya kokoh, lampunya terang, namun percakapan di dalamnya selalu singkat dan seperlunya. Vania tumbuh di antara jadwal rapat dan dering telepon papahnya yang tak pernah berhenti. Pria itu selalu berangkat sebelum matahari terbit dan pulang ketika malam hampir habis. Jas kerjanya rapi, wajahnya tegas, tetapi waktunya tak pernah cukup untuk duduk sebentar dan mendengarkan cerita putrinya. Di meja makan yang panjang, kursi papah sering kali kosong atau jika terisi, hanya ada keheningan yang menggantung canggung. Bagi Vania. rumah bukan tempat berbagi cerita, melainkan tempat menyimpan luka. Di sekolah, ia dikenal sebagai siswi pendiam. Senyumnya manis tapi siapa yang tahu sorot matanya menyimpan lelah yang tak dimengerti teman-temannya. Ia pernah menemukan tempat bersandar seseorang yang membuatnya merasa didengar, dihargai, dan tidak sendirian. Seseorang yang menjadi dunianya ketika rumah tak lagi terasa utuh. Namun sandaran itu runtuh. Orang yang paling ia percaya justru meninggalkannya dan menghianatinya. Sejak saat itu, Vania belajar menjadi wanita yang lebih tegar. Ia yakin bahwa ia mampu melewati semuanya sendiri. Lorong sekolah, bangku taman, dan sudut perpustakaan menjadi saksi bisu tangis yang ia sembunyikan. Hari-harinya berjalan datar hingga suatu pagi, di tengah riuh langkah siswa dan bel yang menggema, takdir mempertemukan ia dengan seseorang. Seseorang yang mampu mengerti yang terdalam yang tersembunyi di balik dirinya. Dan seseorang yang mempunyai luka yang sama. Dan di sanalah cerita Vania benar-benar dimulai di antara luka yang tak kunjung sembuh, dan harapan yang diam-diam tumbuh kembali.
330 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11 kali sebagai rangkaian bunga meja
Baca
+Pustaka
Om Duda!

Om Duda!

"Mommy!" seorang bocah laki-laki menghampiri Disya yang sedang duduk menikmati es krim bersama dengan ketiga sahabatnya di salah satu caffe. Disya tentu saja membelalakkan matanya, yang benar saja bocah laki-laki di depannya memanggil Disya dengan sebutan 'Mommy' padahal Disya masih duduk di bangku kuliah semester tujuh, dan lagipula Disya belum menikah, bagaimana mungkin dia sudah mempunyai anak? Kailash, nama bocah laki-laki itu. Rupanya dia salah mengira Disya Mommynya. Hingga akhirnya seorang lelaki menghampiri meja mereka. Disya sampai membelalakkan matanya, mulutnya menganga ketika melihat lelaki tampan itu. Devan, lelaki yang dipanggil 'Daddy' oleh Kai. Baru pertama kali bertemu saja, rasanya Disya langsung jatuh cinta. Memejamkan kedua matanya, sedikit membenarkan posisi duduknya, lalu menengadahkan kedua tangannya di depan dada. "Ya Tuhan... jodohkanlah hamba dengan Pak Devan, kalo Pak Devan masih ada istri, ambil saja istrinya!" "Astaga, Disya omogan kamu ih!" pekik ketiga sahabatnya berbarengan. Mereka tentu saja syok mendengar ucapan sembarangan yang diucapkan Disya beberapa detik yang lalu. "Sejak kapan kamu suka sama om-om hah?!" "Sejak hari ini!" Berbeda dengan Disya yang langsung terpikat, Devan malah melihat Disya dengan tatapan tidak suka. Namun, Disya akan tetap bertekad, dia harus mendapatkan hati Devan. Setelah menjadi detektif dadakan untuk mengamati Devan. Sebuah fakta yang berhasil membuat Disya merasa sangat senang. Devan hanya tinggal berdua dengan Kai, yang artinya Devan adalah seorang duda bukan? Benar! Tentunya itu adalah kesempatan besar untuk Disya mendapatkan hati Devan. Tidak perlu mengambil hati Kai—bocah itu sudah menyukai Disya sejak pertemuan pertamanya. Tugas Disya hanya mencari cara untuk mengambil hati Devan. Akankah Disya berhasil? "Otw jadi Mommy Kai." — Nadisya Queensa Fatyavia. "Ck! Gadis kecil!" — Devano Zayn Ganendra. ***
9.874.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai rangkaian bunga meja
Tampilkan Ulasan (27)
Baca
+Pustaka
Anaa
Hai temen-temen^^ Sebelumnya aku mau ngucapin makasih banyak buat yang selalu nunggu novel ini. Aku ngerasa bersalah udah bilang mau update tiap Kamis dan Sabtu, padahal kadang suka engga di tepatin, sorry ..., aku usahain update di hari itu, tpi kalau engga ya mngkin di up di hari berikutnya yaa ...
Michael Sanjaya
sumpah deh...baru x ini baca novel tentang keluarga dan perceraian tp ujung"nya ttp hrs berpisah jg. hahahaha.... uda gt kasian keluarga si cowok yg boleh di blg hancur, si cowok mo rujuk berujung ggal sedangkan adik tnpa pengetahuan kluarga atau si kakaknya hdupnya jg hancur. mantap, ceritanya unik
Baca Semua Ulasan
Ketika Jasa Dibalas Penghinaan

Ketika Jasa Dibalas Penghinaan

Pada tahun kelima pernikahan mereka, Althea tanpa sengaja memergoki Virgoun yang sedang memuaskan diri sambil memegang pakaian dalam renda milik adik angkatnya. Di satu tangan, Virgoun memutar untaian tasbih, sementara tangan lainnya tak mampu menahan gejolak nafsu. Terpisah hanya oleh satu pintu, Althea mendengar pengakuan perasaan terdalam yang tak terucapkan itu, ditujukan pada sang adik angkat. Tubuh Althea kehilangan kendali dan merosot ke lantai, air mata mengalir deras. Ternyata, tidak ada pria suci yang dingin dan tak tersentuh. Tasbih di tangan pria itu hanyalah alat untuk menekan hasrat terlarang yang tak bisa diungkapkan. Sepuluh tahun Althea mengejar Virgoun, dan pada akhirnya dia hanya menjadi lelucon yang menyedihkan. Ketika sang adik angkat pulang ke rumah setelah bercerai, Althea membeli tiket pesawat ke selatan. Dia ingin mengucapkan selamat tinggal pada semua yang ada di sini sepenuhnya. Demi membuka jalan bagi adik angkatnya, Virgoun sendiri menyerahkan Althea sebagai "hadiah" kepada orang lain. "Tenang saja, sebulan lagi aku akan menjemputmu kembali. Kamu tetap istriku." Hati Althea benar-benar mati rasa. Dia berpura-pura mati demi melarikan diri. Saat kabar Althea terjatuh ke jurang dan jasadnya tak pernah ditemukan sampai ke telinga Virgoun, dirinya diliputi penyesalan. Virgoun mencarinya dengan gila-gilaan, tetapi tak pernah menemukan jejaknya. Hingga setahun kemudian, ketika dia mendorong pintu sebuah toko bunga di selatan, dia kembali melihat wanita itu. Dengan mata memerah, dia berlutut memohon rujuk. Namun, Althea hanya tersenyum dingin dan sopan. "Maaf, Pak. Toko sudah tutup. Aku harus pulang bersama suamiku."
3.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai rangkaian bunga meja
Baca
+Pustaka
Tidak Akan Diremehkan lagi Oleh Kamu

Tidak Akan Diremehkan lagi Oleh Kamu

Di hari pernikahan, pacarku Hubert menyuruh orang mengusirku dari aula pernikahan, lalu masuk sambil bergandengan tangan dengan sahabat masa kecilnya. Aku terduduk di lantai dengan tak percaya, bunga pernikahan yang tadinya ada di tanganku hancur lebur di lantai, tapi dia bahkan tidak melirikku. "Anak Yuna butuh seorang ayah. Setelah situasi lebih tenang, aku akan menikahimu." Semua orang mengira aku yang begitu setia akan rela menunggunya sebulan lagi. Bagaimanapun juga, aku sudah menunggu pernikahan ini selama tujuh tahun. Tapi malam itu, aku melakukan sesuatu yang tak terbayangkan .... Aku menyetujui pernikahan yang diatur orang tuaku, lalu segera pergi ke luar negeri. Tiga tahun kemudian, aku pulang ke negara ini untuk menjenguk orang tua. Suamiku Leandro kini adalah presiden perusahaan multinasional. Karena mendadak ada rapat penting, dia khusus menyuruhku pergi ke kantor cabang dalam negeri dulu. Dia bahkan menyuruh bawahannya untuk menyambutku. Tak disangka, bawahan itu ternyata Hubert yang sudah tiga tahun tidak bertemu. Sekilas saja Hubert melihat cincin yang berkilauan di jari tanganku. "Itu 'kan model tiruan dari cincin yang dibeli Pak Leandro dengan harga 10 miliar untuk istrinya? Tak disangka setelah beberapa tahun tak jumpa, kamu malah jadi begitu mengejar gengsi." "Kamu sudah ngambek cukup lama, harusnya sudah puas. Pulanglah! Anak Yuna sudah masuk usia sekolah, pas sekali bisa kamu yang antar makanan tiap hari." Aku tidak mengatakan apa-apa, hanya mengusap cincin itu dengan perlahan. Hubert tidak tahu, ini adalah cincin dengan permata paling murah dari sekian banyak permata yang pernah Leandro berikan padaku.
6.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 204 kali sebagai rangkaian bunga meja
Baca
+Pustaka
Hello Husband!

Hello Husband!

Ellina Exsli
Mature Content! Bijak dalam memilih bacaan. Dia dihianti oleh suami dan saudara perempuanya sendiri dan harus mati setelah menemukan perselingkuhan mereka. Dikurung dalam mansion tua saat tengah hamil tua, dia disiksa hingga harus memohon untuk keselamatan bayinya. Namun suaminya justru meninggalkannya dan saudara perempuannya memberinya segelas racun untuk mengakhiri hidup dan bayinya. Mati meregang nyawa dalam dendam besar dan tak terima akan takdirnya, dia, Chana di lahirkan kembali untuk membalaskan dendamnya tepat satu bulan sebelum pernikahannya terjadi. Membatalkan pernikahan, memutuskan hubungan, membuka topeng busuk adik tirinya sampai mengungkap seluruh perselingkuhan mereka, dia juga menuntut hak atas semua yang harus dia miliki sebagai putri tertua keluarga ternama. Dalam kehidupan ini, dia berniat membalaskan dendam atas kematian putra dan setiap rasa sakit yang dia terima lengkap dengan seluruh bunga yang harus mereka terima namun tidak termasuk dengan pria asing yang tiba-tiba mengganggu hidupnya hanya karena sebuah kesalahan yang tak dia sengaja dalam gagalnya sebuah rencana. Lalu siapa pria dingin ini dan kenapa terus berada disekitarnya bahkan mengklaim dirinya sebagai miliknya? Pria ini harus dia singkirkan namun nyatanya dia semakin terjerat dalam lingkar hidupnya. "Chana, bagian mana tubuhmu yang belum kusentuh? Beraninya kau mencoba lari setelah aku merelakan keperawananku! Kau harus bertanggung jawab atas malam panas yang pernah kita lalui." "Tuan, aku juga menyerahkan bagian pertama dalam hidupku. Jadi, bisakah kita anggap semuanya menjadi One Night Stand saja?" Pria dingin itu tersenyum, "Beraninya kau meminta hal penting itu menjadi One Night Stand. Aku akan memastikan seluruh hidupmu berada dalam genggamanku." **** Credits title About Story : Amazing pic by Pinterest. Amazing Font by PicsArt.
104.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai rangkaian bunga meja
Baca
+Pustaka
Balas Dendam yang Hening

Balas Dendam yang Hening

Aku adalah satu-satunya kelemahannya. Ketua Mafia Alex Mahardika, penguasa Kota Valenusa. Dan aku adalah permaisurinya. Namun beberapa hari sebelum anak kami lahir, aku dilempar ke Pertarungan Dermaga Hitam, tempat itu adalah tempat permainan kejam yang disiarkan untuk hiburan dunia mafia. Peluru beterbangan, jebakan tersembunyi menunggu di setiap sudut, setiap upayaku yang ketakutan dan menyedihkan untuk bertahan hidup disiarkan langsung di layar-layar raksasa. Lalu, aku mendengar suara tangan kanan kepercayaannya dari pengeras suara. "Bos, istri Anda akan segera melahirkan. Anda yakin mau berada di sini?" Aku membeku. Alex ada di sini? Beberapa saat kemudian, suara manis seorang wanita terdengar dari pengeras suara. "Lupakan jalang itu. Alex bilang satu-satunya hal yang penting hari ini adalah berada di sini bersamaku. Iya kan, sayang?" Itu Nadira Santoso. Putri dari Aliansi Valenusa. Kekasih masa kecil Alex dari Kota Valenusa, wanita yang selalu dia manjakan dan perlakukan secara istimewa. Selama bertahun-tahun dia menolak perasaan wanita itu, tetapi tidak pernah menolak kemauannya. Hari ini dia sedang dalam suasana hati yang buruk dan memaksa ingin menonton pertandingan maut itu, jadi Alex datang untuk menemaninya. Aku berteriak memanggil Alex, dan memohon bantuannya, tetapi dia tetap yakin aku adalah pembunuh bayaran yang menyamar. Karena Nadira tertawa dan berkata permainan itu perlu dibuat lebih menarik, dia menekan tombol itu. Anjing-anjing patroli yang buas mengejarku. Air ketubanku pecah, bercampur dengan darah di tanah. Aku pun kesakitan. Permainan itu mencapai puncaknya ketika lebih banyak anjing dan pria bersenjata mengepungku dari segala arah. Semua orang bertaruh siapa yang akan mati berikutnya. Alex tersenyum sambil berkata dengan suaranya yang rendah dan terdengar tidak peduli, "Aku bertaruh perempuan menjijikkan itu yang akan mati." Dia baru mengetahui kebenarannya ketika aku kehabisan darah di meja operasi, dan anak kami mati bersamaku. Mereka bilang ketua mafia yang kejam itu hancur. Benar-benar hancur.
3.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai rangkaian bunga meja
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
313233343536
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status