Istri Yang Kau Sia-siakan Ternyata Wanita Terhormat
Mereka berdua terjebak dalam gelombang duka yang begitu kuat, setiap tarikan napas seakan menyakitkan, setiap hembusan membawa kenangan yang tak mungkin bisa dilupakan.
"Aku... aku belum siap kehilangan dia, Bu. Dia masih muda, masih banyak yang ingin dia capai. Tapi sekarang, semuanya hilang... semuanya sia-sia..." Ibu Rendi menunduk, menangis di pelukan ibunya. "Kenapa Tuhan mengambil dia begitu cepat? Apa yang harus aku lakukan sekarang tanpa dia?"