Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Wanita Pilihan Ibu

Wanita Pilihan Ibu

“Baiklah, karena kamu terus memintaku untuk pulang … maka aku akan pulang. Mungkin dengan begitu kamu lebih senang.” “Nina! Jangan berpikir buruk tentangku, aku ini baru saja kehilangan ibuku. Apakah kamu tidak ada rasa kasihan sedikitpun kepadaku. Aku sudah nggak punya siapa-siapa.” “Kamu masih punya aku, tetapi kamu selalu begitu. Seolah-olah aku nggak ada artinya buat kamu.”
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai rasanya kehilangan ibu
Baca
+Pustaka
Terpaksa Jadi Mempelai Pengganti di Pernikahan Kakakku

Terpaksa Jadi Mempelai Pengganti di Pernikahan Kakakku

“Tidak apa-apa, Bu. Kita tidak perlu terburu-buru.” “Semua orang bilang aku harus kuat,” lanjut sang ibu dengan mata kosong, “tapi… bagaimana caranya kuat, kalau satu-satunya alasan untuk kuat itu sudah pergi?” Kata-kata itu menusuk. Aurelia sempat terdiam, menahan air mata yang tiba-tiba menggenang di pelupuk. “Rasa kehilangan itu nyata, Bu. Dan Ibu berhak bersedih. Kehilangan ini bukan kesalahan Ibu. Sama sekali bukan.”
1034.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai rasanya kehilangan ibu
Baca
+Pustaka
Satu Hari Dua Akad

Satu Hari Dua Akad

Tanpa terasa air mata menggenang di pelupuk mata. “Ibuku sudah meninggal, Raisa.” Ekspresi wajah Raisa langsung berubah drastis, sorot matanya bahkan terlihat sendu. Bersambung ….
1014.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 399 kali sebagai rasanya kehilangan ibu
Baca
+Pustaka
Suamimu Masih Mencintaiku

Suamimu Masih Mencintaiku

“Ibu sangat menderita, Sany… Berbulan-bulan hanya ditemani rasa sakit, sepi, dan rindu padamu. Ia selalu bilang, ‘Anakku akan pulang. Dia akan datang.’ Tapi kamu tak pernah datang.” Tubuhku limbung. Aku menunduk, menatap lantai yang terasa berputar. Hari ini, tepat di hari ulang tahun anakku, aku kehilangan ibu untuk selamanya. Hidup benar-benar penuh ironi. ‘Hidup seringkali mengajarkan kita tentang kehilangan dengan cara paling kejam’ gumamku dalam hati. “Apa Ibu tersiksa di hari-hari terakhirnya?” tanyaku dengan napas tercekat.
103.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai rasanya kehilangan ibu
Baca
+Pustaka
Seribu Pintu Sindukala

Seribu Pintu Sindukala

Ia memperhatikan anaknya mengusap wajah, menutupi bulir air mata yang jatuh, dan dadanya menghela lagi. “Meskipun Rae enggak begitu mengenal Ayah,” sambung Raesaka, “Rae paham rasanya kehilangan orang yang kita sayang. Percayalah, untuk sampai ke sini, Rae sudah melewati itu, Bu. Tapi, Rae enggak akan membanding-bandingkan masalah kita, sebab Rae tahu, bukan itu yang ingin Ibu dengar.” “Kamu kehilangan siapa, Re? Pacarmu?” tanya Marsala, terdengar riang.
1.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai rasanya kehilangan ibu
Baca
+Pustaka
Dia Milikku

Dia Milikku

ujar Ibu Tina kepada Sari. "Ya Bu terima kasih banyak ya bu, sudah mau perhatian kepada keluarga Sari," ujar Sari kepada Ibu Tina. "Ibu tahu kok Sari kalau kehilangan perasaannya seperti apa, apa lagi kehilangan orang tua seperti itu," ujar Tina kepada Sari. "Iya Bu aku juga baru kali ini merasakan hal seperti ini dan rasanya sakit banget Bu," ujar Sari. "Sudahlah jangan ngebahas itu malah jadi sedih nantinya ini sudah pada makan semua kan," ujar Bapak Heri.
1.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai rasanya kehilangan ibu
Baca
+Pustaka
KELAKUAN SUAMI DAN SAHABATKU

KELAKUAN SUAMI DAN SAHABATKU

Masih tanpa menatap ayahnya, Rasya menjawab. Rasanya nyeri sekali hati Rasya ketika kembali mengingat Ibunya. Hatinya selalu saja teriris setiap kali mengingat kejadian sekitar sembilan tahun yang lalu. Meski kejadian itu sudah lama, nyatanya waktu tak mampu membuat luka di hatinya terobati. Perasaan perih dan pedih atas kehilangan Ibunya itu masih selalu terasa tersayat perih dalam dadanya.
1053.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai rasanya kehilangan ibu
Baca
+Pustaka
The Guardian of Tunlansia

The Guardian of Tunlansia

Tiba2 Ada rasa sakit Dan juga perasaan bersalah teramat besar padanya? Ada apa denganku sebenarnya sih!? Kenapa aku malah menangisi seseorang Yg bahkan Tidak aku kenal sama sekali ... Dengan cepat aku menghapus air mataku yg Terus saja keluar dari kedua mataku. "ugh! Ini aneh sekali ... P-perasaan aneh apa Yg sedang kurasakan saat ini!" Tanyaku Yg bingung Dan shok atas apa yg sedang kurasakan saat ini. Karna rasanya entah kenapa sama seperti ... Saat aku kehilangan kedua orang tuaku dulu!
104.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 146 kali sebagai rasanya kehilangan ibu
Baca
+Pustaka
Mayat-Mayat Hidup

Mayat-Mayat Hidup

Dia sadar bahwa hidup harus terus berjalan. Sepulang wawancara kerja, Kiman mempir ke makam Bu Risa. Dia berjongkok dengan wajah lesu. Dia mengusap wajahnya yang lelah. Dia membersihkan nisan kayu, seolah-olah sedang mengusap kepala Bu Risa. Sedih rasanya tak lagi memilik seorang ibu. Dia sempat mendapat kekuatan dari teman-temannya, tetapi itu tidak cukup menguatkannya. Bagaimanapun kehilangan ibu adalah kepatahhatian terdalam seorang anak.
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai rasanya kehilangan ibu
Baca
+Pustaka
Wanita Rahasia Dokter Arogan

Wanita Rahasia Dokter Arogan

"Aku pasti memberikan terbaik dari apa yang aku miliki." Lara masih terisak, tangannya menghapus bekas air mata di sekitar wajah. Senyum tipis tak bisa menutupi kesedihan yang ia rasakan, justru bibir bergetar semakin menunjukan betapa hancur isi hati di dalamnya. "Saya—, pernah mendengar, kalimat yang sama," ucap Lara tesendat, karena tangis yang ditahan semakin menekan ingin dilepas. "Tetapi apa yang terjadi? Saya tetap—, kehilangan ibu."
104.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 141 kali sebagai rasanya kehilangan ibu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status