Seribu Pintu Sindukala
Ia memperhatikan anaknya mengusap wajah, menutupi bulir air mata yang jatuh, dan dadanya menghela lagi.
“Meskipun Rae enggak begitu mengenal Ayah,” sambung Raesaka, “Rae paham rasanya kehilangan orang yang kita sayang. Percayalah, untuk sampai ke sini, Rae sudah melewati itu, Bu. Tapi, Rae enggak akan membanding-bandingkan masalah kita, sebab Rae tahu, bukan itu yang ingin Ibu dengar.”
“Kamu kehilangan siapa, Re? Pacarmu?” tanya Marsala, terdengar riang.
Bab Populer