Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menjadi Pelakor Suami Sendiri

Menjadi Pelakor Suami Sendiri

“Jika sesuatu terjadi padamu, maka Mama akan menjadi orang pertama yang akan mengomeliku.” Rere tersenyum hingga matanya menyipit. “Tidak perlu memikirkanku. Pikirkan saja dirimu sendiri, kak.” Setelah itu, mereka kembali terdiam. Keheningan mulai melanda. Hingga akhirnya mereka sampai di bandara untuk penerbangan ke Singapura. Mereka berjalan beriringan dengan Ares yang sibuk dengan ponselnya. Sedangkan Rere fokus pada jalannya. “Awas, kak!” Rere dengan cepat meraih lengan Ares untuk menghentikan langkah pria itu yang akan menabrak seorang gadis kecil. Karena perawakan Ares yang besar, lalu gadis kecil itu yang mini membuat pria itu tidak menyadarinya. Apalagi pria itu juga sibuk dengan pon
1011.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 259 kali sebagai rase terbang
Baca
+Pustaka
I Saed Lupyu

I Saed Lupyu

tanya Sae tidak mengerti apa yang disampaikan Resha barusan. “Ayo, ke sana.” “Emang harus, ya?” tanya Sae. Dia baru saja berdiri tegap setelah tadi hampir tersungkur ke belakang. “Buruan sebrangi jembatannya.” Resha bergerak cekatan, lalu menyambar tangan Sae dan menariknya ke arah jembatan, kemudian berlari diikuti Sae.
107.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 163 kali sebagai rase terbang
Baca
+Pustaka
Reefhitch : Echana (Her Runaways)

Reefhitch : Echana (Her Runaways)

“Tapi, Kak⏤” Aku menggeleng, memberi isyarat agar Rere tidak menuntaskan kalimatnya, lalu tersenyum pada gadis itu. “Nanti kabari aku tentang jam penerbanganmu buat besok, ya? Let’s meet again before you take off tomorrow.” Rere menghela napas panjang. Menyerah membujukku lagi agar tetap tinggal, lalu ia mengangguk pelan sambil tersenyum ke arahku.
106.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai rase terbang
Baca
+Pustaka
Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel

Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel

Ia berlari menuju konter informasi, napasnya terengah. "Penerbangan ke Kota Teratai," katanya dengan terburu-buru kepada petugas di konter, "Kapan pesawat berikutnya?" Petugas memeriksa layar komputernya dengan tenang. "Maaf, Nona. Pesawat tujuan Kota Teratai baru saja lepas landas lima menit yang lalu." Sandra menatap jendela besar yang menghadap landasan pacu. Di langit, sebuah jejak putih terlihat perlahan menghilang di antara awan.
1046.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai rase terbang
Baca
+Pustaka
Saudara Angkatku, Rivalku

Saudara Angkatku, Rivalku

“Hati-hati, Res. Ibu menunggumu pulang.” Malam itu juga, Respati meluncur ke bandara. Ia mengemudi cepat, beruntung hujan telah reda. Dia mengambil penerbangan yang tersisa menuju Bali. Sambil terus berkoordinasi dengan orang kepercayannya. Pikirannya saat ini hanya satu. Elira. Pesawat belum benar-benar berhenti ketika Respati sudah berdiri, mengambil tas kecilnya.
102.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai rase terbang
Baca
+Pustaka
Jerat Hasrat Ayah Angkat

Jerat Hasrat Ayah Angkat

Seorang lelaki tersenyum, mengangkat tubuh kecilnya tinggi-tinggi hingga hampir menyentuh langit-langit. “Kapten Manis 999, persiapan lepas landas!” katanya riang, sementara mulutnya mengeluarkan bunyi pesawat terbang. Tawa bocah kecil itu—tawanya sendiri—terdengar jelas. “Pegang kuat-kuat, Risa! Sekarang papa dan Risa mau taklukin langit!” Dari arah dapur, suara seorang wanita ikut terdengar, lembut namun hangat.
107.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 291 kali sebagai rase terbang
Baca
+Pustaka
Dinikahi Pria Seumuran Ayahku

Dinikahi Pria Seumuran Ayahku

Amir berbisik cepat, berusaha meredakan kepanikan istrinya. Tak lama, pesawat melaju kencang. Zeta spontan menjerit pelan, lalu menunduk sampai kepalanya hampir menempel lutut. “Pak, kita udah terbang belum? Kalau jatuh gimana? Saya belum minta maaf sama tetangga!” Amir menarik napas dalam. “Kita nggak jatuh, Ta. Ini terbang, bukan ojek. Tenang.”
103.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai rase terbang
Baca
+Pustaka
I Hate U, Boss

I Hate U, Boss

ucap Rere. Dimas memeluk Rere. Dia juga mengecup kening Rere. "Semoga kalian selamat sampai tujuan." Rere mengangguk. "Sekali lagi terima kasih, Dimas." Rere naik ke dalam pesawat. Dimas melambaikan tangannya sebagai tanda perpisahan. "Selamat jalan, Rere," teriaknya. Pesawat lepas landas. Dimas menatap kepergian pesawat hingga jauh dari pandangan matanya. Dimas masuk ke dalam mobil lalu berlalu dari sana.
106.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 231 kali sebagai rase terbang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status