KEMBALINYA SANG RATU
Semua bersatu sebagai satu, siap untuk berjuang hingga titik darah penghabisan demi menjaga kedamaian dan keamanan.
Matahari Kedua di Atas Laut Klon Sinta berdiri di atas mercusuar yang retak, memandang cahaya oranye di cakrawala. Bukan bulan—tapi armada alien yang memasuki atmosfer. Di tangannya, kristal pecah menjadi debu bercahaya, mengungkap hologram Ratu Wakaaka: "Darah kita adalah panen terakhir. Lari, atau jadi pupuk peradaban mereka." Tapi di kedalaman, Sinta asli bangkit dari meditasi, darah birunya kini berpendar emas. "Aku bukan benih... Aku adalah sabit." Dengan kekuatan baru yang mengalir melalui dirinya, Sinta bersiap untuk menghadapi ancaman yang lebih besar dari sebelumnya.