Revenge
kata Glagah membungkam Diara.
Seseorang menabrak Diara tepat di depan pintu ruangan reservasi mereka.
“Maaf,” kata orang itu membantu Diara yang terjatuh.
“Tidak apa-apa,” kata Diara menepis tangan orang itu dan meraih tangan Glagah.
“Maafkan saya kurang berhati-hari, Nona,” kata orang itu lagi.
“Tak apa, Tuan, silakan melanjutkan urusan Anda. Istri saya baik-baik saja,” terang Glagah membuat laki-laki paruh baya itu menundukkan kepalanya dan berlalu dari hadapan mereka.
Hot Chapters