Jenderal, Nyonya Muda Menginginkanmu!
"
Angin tiba-tiba bertiup kencang, menerobos masuk ke dalam aula, menerbangkan kelopak bunga prem yang mulai bermekaran di halaman.
Salju yang mulai menipis mencair perlahan, menetes dari atap kuil, menandakan kedatangan musim semi—musim kelahiran kembali. Namun bagi Li Lian, ini terasa seperti musim perpisahan yang abadi.
Baginya, mencintai Chen Xu berarti siap menjadi bayang-bayang yang lenyap saat sang matahari bersinar paling terang.
Pada sujud terakhir, air matanya jatuh membasahi debu di lantai batu yang kusam.