Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menantuku Dari Keluarga Kaya

Menantuku Dari Keluarga Kaya

Pada hari ulang bulan cucuku, aku datang membawa hadiah untuk merayakannya. Menantuku melihat pakaian baruku dan langsung menegur, "Kalau nggak punya uang, jangan pakai barang palsu! Malu-maluin banget!" Besanku malah melemparkan uang 2 juta kepadaku! "Putramu itu menantu keluarga kami, lantas apa hakmu untuk melihat cucuku?" "Ambil uang hasil menjual putramu dan pergi!" Wajahku memucat. Suamiku membelaku, tetapi yang kami dapatkan justru hinaan yang makin parah dari mereka. Namun, pada akhirnya, mereka berlutut memohon kepada suamiku, meminta kami memberi mereka kesempatan untuk hidup.
7.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai realistis
Baca
+Pustaka
Kematian Tragisku Menyadarkan Kakakku

Kematian Tragisku Menyadarkan Kakakku

Saat tubuhku dimutilasi, aku berusaha untuk menelepon kakakku. Ketika aku hampir kehilangan kesadaran, dia menjawab panggilan dengan kesal. "Ada apa lagi?" "Kak, tolong ...." Sebelum aku selesai berbicara, dia sudah menyelaku. "Kenapa kamu begitu suka berulah? Pesta ulang tahun Yeri akan diadakan pada akhir bulan. Kalau kamu nggak datang, aku akan menghabisimu!" Setelah berkata demikian, dia langsung mengakhiri panggilan. Aku sudah tidak sanggup menahan rasa sakit dan memejamkan mata untuk selamanya, air mata masih mengalir dari sudut mataku. Kak, kamu tidak perlu membunuhku, aku sudah mati.
8.4202.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.7K kali sebagai realistis
Baca
+Pustaka
Kasih Sayang Ibu yang Berat Sebelah

Kasih Sayang Ibu yang Berat Sebelah

Adik laki-lakiku mendorongku jatuh ke jurang, nyawaku berada di ambang kematian. Namun, ibu yang merupakan kepala tim penyelamat, malah hanya memedulikan pergelangan tangan adikku yang terkilir. Dengan napas tersengal-sengal, aku memohon padanya agar menyelamatkanku. Ibu malah menatapku dengan wajah dingin dan berkata, "Adikmu sudah terluka, kenapa kamu nggak melindunginya? Masih saja berpura-pura lemah di depanku? Kalau begitu, kamu tinggal saja di sini sendirian dan renungkan kesalahanmu!" Dia lalu berbalik dan memerintahkan seluruh petugas penyelamat untuk pergi, melarang siapa pun menolongku. Akhirnya, aku meninggal sendirian di daerah terpencil. Setelah mendengar kabar kematianku, ibu menjadi gila dan memeluk jasadku yang sudah membusuk sambil terus memanggil, "Anakku sayang."
3.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai realistis
Baca
+Pustaka
Tiga Hari Terakhirku sebagai Wanita Sempurna

Tiga Hari Terakhirku sebagai Wanita Sempurna

Dokter mengatakan, tanpa terapi sel terbaru, aku hanya bisa hidup selama 72 jam. Namun, Tommy Harper memberikan satu-satunya kuota pengobatan itu kepada Anna Wilson. "Gagal ginjalnya lebih parah," ujar Tommy. Aku mengangguk, lalu menelan pil putih yang akan mempercepat kematianku. Dalam sisa waktu itu, aku melakukan banyak hal. Saat penandatanganan, tangan pengacara gemetar. "Saham senilai empat triliun ini, Anda benar-benar akan mengalihkan semuanya?" Aku menjawab, "Ya, berikan pada Anna." Putriku, Clarisa, tertawa bahagia dalam pelukan Anna. "Ibu Anna membelikanku gaun baru!" "Bagus sekali, nanti dengarkan perkataan Ibu Anna, ya," ujarku. Galeri seni yang kudirikan dengan tanganku sendiri, berganti nama menjadi milik Anna. "Kakak, kamu terlalu baik," ujarnya sambil menangis. Aku menjawab, "Kamu akan mengelolanya lebih baik dariku." Bahkan aku telah menyerahkan hak atas dana perwalian orang tuaku. Tommy akhirnya menampilkan senyuman tulus pertamanya selama bertahun-tahun. "Sofie, kamu sudah berubah. Kamu nggak lagi galak. Kamu yang seperti ini, sungguh cantik." Benar, aku yang sekarat ini akhirnya menjadi Sofie Barnes yang sempurna di mata mereka. Sofie yang patuh, dermawan, dan tidak pernah membantah. Hitungan mundur 72 jam telah dimulai. Aku sangat penasaran, ketika detak jantungku berhenti, apa yang akan mereka ingat tentangku? Apakah aku akan diingat sebagai istri baik yang akhirnya belajar melepaskan, atau sebagai seorang wanita yang menyelesaikan balas dendamnya dengan kematian?
22.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 508 kali sebagai realistis
Baca
+Pustaka
Takkan Mengulang Kesalahan yang Sama Di Kehidupan Berikutnya

Takkan Mengulang Kesalahan yang Sama Di Kehidupan Berikutnya

Setelah aku dipecat dari perusahaan, aku kembali ke kampung halaman dan setiap hari ikut Nenek main mahjong. Namun, seluruh keluargaku justru seperti orang gila, mencariku ke mana-mana. Hanya karena adik perempuanku, si genius desainer perhiasan di keluarga, tidak bisa menggambar desain lagi setelah aku pergi. Di kehidupan sebelumnya, pada kompetisi desain perhiasan tingkat nasional, adik perempuanku selalu merancang desain yang sama persis denganku. Semua orang mengira akulah yang menjiplak, bahkan keluargaku sendiri pun membelanya dan memberi kesaksian untuknya. Perusahaan juga menetapkan bahwa aku berkelakuan tak bermoral dan menjiplak karya, hingga merusak reputasi perusahaan. Di tempat itu juga aku menerima surat pemecatan dan diwajibkan membayar ganti rugi dalam jumlah besar. Keluargaku pun menganggapku sebagai beban dan mengusirku dari rumah. Di bawah tekanan keluarga dan opini publik, aku menderita depresi. Saat berjalan di jalan raya, aku ditabrak sampai mati oleh penggemar fanatik adik perempuanku. Sebelum kesadaranku lenyap, aku tetap tidak mengerti mengapa adik perempuanku selalu bisa menggambar desain yang sama denganku. Saat membuka mata lagi, aku kembali ke sehari sebelum kompetisi desain perhiasan tingkat nasional.
6.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai realistis
Baca
+Pustaka
Anak Magang Penghasut Presdir Perusahaan

Anak Magang Penghasut Presdir Perusahaan

Selama tiga tahun, aku menggunakan koneksi keluargaku untuk menghasilkan ratusan miliar pendapatan bagi perusahaan. Namun di rapat kuartalan, seorang magang baru berdiri di depan semua orang, menampilkan laporan kehadiran dan pengeluaranku, lalu menuduhku "absen tanpa alasan" dan "menghamburkan dana perusahaan". "Klub-klub mewah ini, restoran-restoran ini ...," katanya dengan suara penuh pembenaran diri. "Setiap kali dia menghabiskan ratusan juta! Ini semua pengeluaran yang sama sekali nggak perlu." "Aku sangat menyarankan Pak Presdir untuk segera memecatnya dan menyelamatkan arus kas perusahaan." Aku melirik Kevin, sang presdir. Teman sekelasku dulu. Dia tahu persis berapa banyak pendapatan yang dihasilkan dari setiap pertemuan itu. Dia juga tahu bahwa saat aku tidak berada di kantor, berarti aku sedang berada di bar, untuk bernegosiasi dengan investor, kadang minum sampai perutku terasa mual. Namun, dia hanya menatapku dengan dingin. "Karina, apa penjelasanmu tentang absensi dan pengeluaran yang disampaikan Lia?" Aku tersenyum. "Aku nggak punya apa pun untuk dijelaskan." Mereka semua akan segera tahu konsekuensi dari aksi kecil ini.
9.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 214 kali sebagai realistis
Baca
+Pustaka
Suami dan Anakku Direbut Sahabatku

Suami dan Anakku Direbut Sahabatku

Di tahun kesepuluh pernikahanku, mantan sahabatku memposting sebuah foto. Putrinya dan putraku masing-masing digendong olehnya dan suamiku. Keempat orang itu berdiri berdekatan dan di bawah foto itu tertulis: "Sudah sepasang 'kan anak-anak kami?" Aku berkomentar untuk foto itu, Pasangan yang sempurna. Detik berikutnya, postingan itu dihapus. Keesokan harinya, suamiku bergegas pulang dan bertanya padaku, "Susah payah aku membuat kondisi Sophie membaik, kenapa kamu malah cari ribut?" Putraku bahkan mendorong dan menuduhku, "Ini semua salahmu! Adikku jadi menangis." Aku mengeluarkan surat cerai dan melemparkannya ke wajah mereka. "Ya, ini salahku! Jadi biar aku yang pergi, semoga kalian berempat jadi keluarga bahagia!"
9.373.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai realistis
Baca
+Pustaka
Kisah Pernikahan

Kisah Pernikahan

Namaku Bi Xiaonuan. Tahun ini usiaku 29 tahun. Aku sudah menikah selama tiga tahun dan tinggal bersama suamiku, Shen Zeyan, di sebuah kompleks apartemen kelas atas yang tenang di pusat kota.
118.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai realistis
Baca
+Pustaka
Balasan Reinkarnasi pada Sahabat Munafik Pacarku

Balasan Reinkarnasi pada Sahabat Munafik Pacarku

Setelah aku mengambil cuti sekolah, orang tuaku tidak mendesak apa pun. Namun sahabat masa kecil pacarku yang memasang citra sebagai si genius ber-IQ tinggi justru menelepon. Karena aku sedang sibuk turun ke sawah bekerja, menanam sayur dan bermain air, sama sekali tidak punya waktu menulis kode. Di kehidupan sebelumnya, sahabat masa kecil itu mengirimkan rancangan program yang sama persis dengan rancanganku satu hari lebih awal. Semua orang memaki aku tak tahu malu, menuduhku menjiplak dan memalsukan. Aku berusaha menjelaskan, tetapi sama sekali tidak ada yang percaya. Kemudian sahabat masa kecil itu bahkan membuka siaran langsung, memfitnahku melakukan perundungan di kampus. Mereka dengan gila-gilaan melakukan perundungan daring terhadap seluruh keluargaku. Akhirnya orang tuaku, saat mengemudi untuk menghindari para warganet ekstrem, mengalami kecelakaan dan tewas. Aku tidak sanggup menanggung pukulan itu, lalu melompat dari gedung tinggi dan tewas dengan penyesalan yang tak terpadamkan. Hingga detik terakhir sebelum kesadaranku lenyap, aku tetap tidak mengerti apa sebenarnya yang terjadi. Jelas itu hasil jerih payahku, mengapa justru orang lain yang lebih dulu merilisnya. Saat aku membuka mata lagi, aku kembali ke sehari sebelum insiden penjiplakan itu terjadi.
7.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 221 kali sebagai realistis
Baca
+Pustaka
Pembalasan Untuk Nenekku yang Dikhianati

Pembalasan Untuk Nenekku yang Dikhianati

Kakekku adalah seorang pencuri. Dia mencuri nama nenekku dan identitasnya. Dia memakai semua itu untuk melarikan diri dari sudut desa terpencil yang miskin dan terlupakan di Barat, lalu kabur bersama wanita lain. Dia tumbuh menjadi seorang profesor hukum, berdiri di podium-podium dan pelajaran kuliah tentang keadilan. Wanita itu menjadi pelukis terkenal, memberi wawancara tentang integritas. Sementara nenekku menghabiskan seluruh hidupnya terjebak di ladang tandus yang perlahan mati itu. Semua orang menyebutnya perawan tua. Namun, dia tak pernah berhenti menunggu kakekku. Bahkan sampai di ranjang kematiannya. Lima puluh tahun kemudian, aku mati-matian keluar dari tempat terkutuk itu dengan kekuatan dua generasi sebelumku. Nenekku dan ibuku. Akhirnya, aku berhasil menjadi partner di salah satu firma hukum terbaik. Saat musim kelulusan tiba, aku duduk di kursi pewawancara utama. Di hadapanku duduk seorang gadis. Rapi dan percaya diri. Lulusan paling menonjol dari sekolah hukum terbaik di seluruh provinsi. Aku membuka resumenya dan membaliknya halaman demi halaman. Kemudian, tanganku berhenti di bagian informasi keluarga. Aku menatap nama itu cukup lama. Kemudian, aku mengangkat kepala, menatapnya, dan berkata pelan, "Kamu nggak diterima."
3.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai realistis
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
56789
...
11
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status