Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
TRUST

TRUST

Kepala pelayan itu pun mengangguk. “Tunjukkan adikku ruangannya. Siapkan apapun yang dibutuhkan,” perintah Celine. Kemudian ia menoleh pada adiknya. dan mengeluarkan sebuah kartu kredit berwarna hitam. “Gunakan semua uang yang ada disini semaumu. Jika kau perlu apa-apa, tinggal katakan pada pelayan.” Caroline menerima black card itu. Dia tak mampu menyembunyikan perasaan senangnya.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai redeeming
Baca
+Pustaka
Kembali untuk Merebut Kekayaan

Kembali untuk Merebut Kekayaan

"Sangat bagus jika kamu tidak merasa terbebani atau tertekan dengan peran yang harus kamu mainkan nanti. Setelah semua rencana ini berhasil dilaksanakan dengan sempurna, aku berjanji akan menepati semua kesepakatan yang telah kita buat sebelumnya." "Dan mengenai masalah kompensasi finansial, aku akan mentransfer semuanya ke rekening bank-mu nanti malam," lanjut Jay sambil memutar kunci kontak, menghidupkan kembali mesin mobil tuanya yang langsung mengeluarkan suara gemuruh khas mesin yang sudah berusia. "Aku mengucapkan terima kasih sebelumnya atas kesediaanmu, Nina!"
10710 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai redeeming
Baca
+Pustaka
SPERANZA

SPERANZA

jawab Byakta dengan sopan. "Apa ada yang bisa kami bantu lagi bu?" tanya Yasa dengan sopan. Xaviera menatap barang belanjaannya. "Tidak, tidak ada lagi. Tapi, kalian mampirlah ke dalam ibu akan memberikan kalian makan dan minum sebagai bayaran," kata Xaviera sambil terkekeh. Byakta dan Yasa ikut terkekeh. "Tidak us—" "Baik bu, kami akan menerima makanan dari ibu," potong Byakta membuat Yasa melotot.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai redeeming
Baca
+Pustaka
Pembalasan Sang Pewaris

Pembalasan Sang Pewaris

“Kau punya kuponnya?” “Tidak.” Regan pun mengambil secarik kertas dan memberikan cap kupon di sana. “Kau mendapatkan dua kupon karena telah berbuat baik,” ucap Regan kemudian memberikannya pada Elektra yang masih saja sibuk dengan ponselnya. Teman Regan telah selesai membuatkan minuman sesuai pesanan Elektra, entah apa yang ditulis Regan kemudian menempelkan stiker di gelas Elektra.
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai redeeming
Baca
+Pustaka
Exit

Exit

jawab salah satu dari mereka, membalas candaan April. April tertawa kecil, berjalan menuju bangku. Aku juga mengikuti gerak April, menanggapi dengan tawa, dari pada suasana canggung. “Kalau biji wijennya genap. Itu biasanya pertanda kalau keuangan negara sedang kritis. Jadi, kalian harus membayar sendiri jika ada acara makan-makan dengan papahku lain kali.” April mendekati bangku empat anak itu setelah meraih tas ranselnya, sok memasang wajah serius dan misterius.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai redeeming
Baca
+Pustaka
Redemption: Karma & Rasa Sang Pemburu Siluman

Redemption: Karma & Rasa Sang Pemburu Siluman

Namun, di dalam kedalaman matanya, ada sedikit kegelisahan yang tidak bisa ia sembunyikan. Ming Tian menyeringai tipis. "Kita lihat saja." Ye Xuanqing kemudian merogoh jubahnya dan mengeluarkan sebuah jimat berwarna emas kemerahan. Itu adalah Jimat Pembuka Hati, artefak kuno yang mampu mendeteksi kebenaran dan kebohongan dalam setiap jawaban yang diberikan seseorang. Ia menempelkan jimat itu di dahi siluman Qui Ze, yang langsung berkedip dan mengerang pelan ketika energi jimat mulai bekerja.
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 155 kali sebagai redeeming
Baca
+Pustaka
RED CROWN

RED CROWN

balas Cantaka. Keduanya menghabiskan makanan yang mereka pesan dan membayarnya dengan beberapa koin perak. Ini sangat unik bagi Cantaka, karena dulu ketika masih berada di dunia modern, pembayaran dilakukan menggunakan uang kertas dengan nominal tertentu. Tetapi di kerajaan ini, kekuasaan uang koin merajalela layaknya uang kertas di dunia modern. Benda dengan nominal paling tinggi adalah emas, lalu perak, dan terakhir tembaga.
108.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 257 kali sebagai redeeming
Baca
+Pustaka
REINKARNASI

REINKARNASI

Sub dan koment ( yang unik yaa)di semua novel aku - Nirvana's way - Keturunan CEO - Penakluk CEO 3. Berikan komentar kalian di IG story kalian tentang novel-novel aku misalnya : guys udah pada baca belum novel Reinkarnasi karya @Alya_incess88. Yuk baca n ikut giveawaynya gampang kan. Ketiga point itu harus semuanya diikuti ya Pemenang akan diumumkan tanggal 10. Ongkos kirim aku yang tanggung kok. Jadi, pemenang ga perlu keluar dana apa pun hehehe. Yuk ikutan GA nya
9.946.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai redeeming
Tampilkan Ulasan (71)
Baca
+Pustaka
Gladys Shanum
Cara penulis menyampaikan cerita berlatar kerajaan Kahuripan lalu lompat ke masa 600 tahun mendatang itu, kereeen. Perlu riset pustaka nih untuk dapat setting kerajaannya. Ditunggu uploadnya lagi, Thor.
Marion D'rossi
Kak, ceritanya bagus dan lain dari yang lain. Sebuah cerita di zaman kerajaan yang begitu menggugah selera. Konflik di awal cerita adalah langkah tepat yang Kakak lakukan untuk membuat pembaca tergugah dan ingin terus mengetahui kisah selanjutnya. Dari segi plot, sebenarnya cerita Kakak ini berat
Baca Semua Ulasan
Red Clock

Red Clock

Warnya hitam dengan pita merah yang menjadi perpaduan yang cocok, rumbainya disekitar sabit berwarna emas. Claire bernafas ringan, tubuhnya seperti hancur dan kesemutan mulai mereda, matanya melihat percikan guntur yang menggelegar, di matanya kedua senjata yang terlihat suci itu memacarkan kekuatan yang menyeramkan, sedetik kemudian matanya membulat panic. Senjata itu adalah pembawa bencana, sekali tebasan maka setengah alam semesta akan runtuh dan surga ilahi akan murka. Ini bahkan akan merugikan mereka. Tombak Saners adalah pembelah langit, Sabit Roners adalah pembelah alam langit, ini bencana!.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai redeeming
Baca
+Pustaka
Revenge

Revenge

Randu menyindir ketidaksetiaan Frasa. “Terserah, aku tidak lagi peduli dengan semua anggapan itu. Aku tidak ingin lagi terlibat dalam hal yang menentang hukum,” jawab Frasa. “Sejak kapan kamu peduli dengan hukum?” “Sejak aku sadar bahwa perbuatanku bisa merugikan banyak orang. Aku ingin memulai semuanya dari awal. Kukembalikan semua fasilitas yang kamu berikan padaku. Maaf, aku sudah menggunakan kartu kredit itu untuk memenuhi kebutuhanku.” Frasa menyodorkan kunci apartemen, kartu kredit dan beberapa barang yang dia dapatkan dari Randu.
104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai redeeming
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status