Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Penyesalan Selalu Datang Terlambat

Penyesalan Selalu Datang Terlambat

Dalam pelukan ibuku, aku selalu bisa tidur dengan lelap. Aku merindukan pelukan ibuku. Aku pun mengirimkan pesan pada ibuku untuk bertanya apakah Ibu bisa pulang untuk beberapa hari. Aku tidak ingin tinggal di tempatnya Stevan lagi. Pesan itu segera dibalas. Aku membuka pesan dari ibuku dengan senang hati dan membacanya dengan perlahan, dengan bantuan cahaya yang menyinari ruang tamu melalui celah tirai jendela. Namun, kesenanganku berubah menjadi kekecewaan dan senyuman di wajahku perlahan menjadi datar.
13.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 379 kali sebagai regretful
Baca
+Pustaka
Penyesalan di akhir

Penyesalan di akhir

Sesampai Febri di kosan nya Febri berbaring di kasur dan dia melamun sambil tersenyum sendiri. " malam itu memang malam yang sangat sunyi untuk ku rasa sedih dan duka ku bercampur aduk hanya dengan mengingat masa lalu yang tidak akan pernah ada ujung nya untuk di kenang, tetapi malam itu serasa sangat berseri sekali ketika melihat mu dan kamu mulai memeluk ku sambil menenangkan ku, terima kasih telah ada dan hadir dalam hidupku saat ini, terima kasih untuk satu malam yang sunyi itu dan akan selalu ku kenang setiap saat ". Bersambung
9.53.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai regretful
Baca
+Pustaka
Penyesalan Yang Datang Terlambat

Penyesalan Yang Datang Terlambat

tanya Rafael dengan suara kesal yang tertahan. "Aaaakkkhhh... Hizk... Hizk... Ayana... Ayana... Bunda menyesal, sayang... Hizk... Bunda menyesal," ucap Nilam dengan suara parau. Wajah dan rambutnya terlihat berantakan, air matanya mengalir deras seperti air sungai. Rafael yang kelelahan karena bekerja di luar, segera mendekat. Ia mengangkat tangannya tinggi, lalu kemudian...
588 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai regretful
Baca
+Pustaka
Comeback

Comeback

“Mbak, jangan nangis, dong. Anya minta maaf atas ucapan Anya tadi, Mbak. Mbak jangan nangis, dong, nanti cantiknya hilang.” Dalam hati Anya merutuki, seharusnya Gifa yang meminta maaf karena sempat menyinggung traumanya bukan Anya yang harus meminta maaf dari kesalahan yang bukan dia buat. Diam-diam Anya berdoa, semoga saja nanti anak dari wanita itu tidak menyebalkan seperti ibunya. Dengan segera Gifa menghentikan tangisannya lalu bercermin pada layar hpnya. Setelah cukup lama dia bercermin, dengan segera dia menatap Anya dengan angkuh dan penuh percaya diri.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai regretful
Baca
+Pustaka
10 Years Ago

10 Years Ago

REGRET “Kesalahan terbesarku adalah membiarkanmu berbahagia dengan orang lain. Dan aku sangat menyesali itu.” ✈✈✈ Andin duduk tercenung di bangkunya. Satu tangannya digunakan untuk menopang dagu. Sepasang mata melirik samar seseorang di ujung sana. Dia melakukan sembunyi agar tidak diketahui kedua temannya, terutama Putri.
1014.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 595 kali sebagai regretful
Baca
+Pustaka
PENYESALAN

PENYESALAN

Apalah artinya uang itu dari pada aku kehilangan orang yang kusayang. Aku memang pernah berbuat khilaf, kekhilafanku itu adalah kesalahan yang sangat fatal, menodai kesucian seorang gadis. Gadis yang harusnya kujaga sampai pernikahan nanti justru aku merusaknya karena rayuan setan sesaat. Aku menyesal, tapi sebisa mungkin aku ingin bertanggung jawab padanya.
9.7228.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.2K kali sebagai regretful
Baca
+Pustaka
Mistake

Mistake

dan maaf jika masih ada typo so , terima kasih semuanya. salam hangat agathaquiin💛
8.712.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 310 kali sebagai regretful
Baca
+Pustaka
REFLECTION

REFLECTION

Sarah juga terkejut, namun kemudian ia memasang kembali wajah datar. Seledri panik, sangat panik. Hari ini adalah hari kegagalannya yang lain. Setelah berpuas menggunakan cermin ajaib untuk urusan sekolahnya, ia harus mandiri sekarang. Tumbal, ya sebuah tumbal yang sangat tidak bisa ia berikan untuk mengganti itu semua. Mana mungkin sebuah cermin meminta jiwa atau sejenisnya.
103.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai regretful
Baca
+Pustaka
Pagi yang Enggan Kembali

Pagi yang Enggan Kembali

Rasa yang hilang. Hari yang tak akan berulang. Mentari yang juga enggan kembali bersulang. Masa-masa yang dirasanya begitu panjang. Berlalu hanya untuk menambah nganga luka yang terus-terusan meradang. Semakin dieja, semakin menyesakkan untuk dikenang. Pernah ia mencoba untuk berdamai dan mempersilakan siapa pun untuk datang. Tapi ia ternyata selalu kalah oleh gumpalan luka yang kekal bersarang. Ia pernah berjuang untuk melawan dendam yang mengekang, tapi ketakutan tiba-tiba ikut bertandang. Sebanyak apa pun dirinya berusaha, lagi-lagi langit tetap memilih petang, membungkam gemintang.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai regretful
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status