Penyesalan Setelah Poligami
"Astaghfirullah, Indah. Aku tidak mengerti dengan ucapan kamu. Kamu begitu pedulinya dengan ucapan tetangga. Berhentilah bersikap konyol, Indah. Hidupmu tidak akan bahagia jika caramu menjalaninya seperti ini,"
"Mas, aku tidak peduli. Mau motor baru tapi tidak dengan menjual mobil kamu. Aku nggak mau di hina terus menerus oleh tetanggaku. Aku bosan hidup dalam kekurangan, Mas!" Akram semakin mengepalkan tangannya. Ia sangat kesusahan mengontrol emosinya jika berurusan dengan Indah, tapi percuma juga berdebat dengan Indah yang pemikirannya selalu egois, selalu mementingkan apa kata orang lain. Akram keluar dari kamarnya membiarkan istrinya meraung dengan tangis pilunya, berjalan gontai dan ti