Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Unexpected

Unexpected

Walau diucapkan dengan tenang, tapi nada bicaranya sangat tegas dan penuh peringatan. Mariska dengan cepat menggeleng. “Kelak aku tidak mau mati sia-sia atau hidup tersiksa karena penyesalan mendalam atas perbuatan yang jelas-jelas salah dan sengaja menyakiti orang lain,” tanggapnya serius. Helena bisa menangkap arah pembicaraan Mariska. “Oh ya, katanya tadi kamu ingin memberitahukan hal yang penting. Apa itu?” tanyanya ke tujuan utama ia bersedia meluangkan waktunya untuk Mariska.
9.838.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 761 kali sebagai regretful
Baca
+Pustaka
Penyesalan Seusai Talak

Penyesalan Seusai Talak

Dia merasa suaminya sudah kembali. "Maaf, Mi ... Maafkan Papi ... Papi akui sudah berkhianat, Papi salah! Papi menyesal, Mi ..." Brata terisak, Melani merasa suaminya itu benar-benar menyesal, pria itu jarang-jarang menangis, dan ini mungkin terhitung kali keduanya ia menangis selama pernikahan mereka. Tapi, Melani tetap bergeming. Tak sedikit pun ia menjawab atau merespon suaminya. Pelukan Brata semakin erat, tubuh tambun pria itu berguncang hebat, pertanda tangisnya kian menjadi.
10101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai regretful
Baca
+Pustaka
Penyesalan Setelah Poligami

Penyesalan Setelah Poligami

"Astaghfirullah, Indah. Aku tidak mengerti dengan ucapan kamu. Kamu begitu pedulinya dengan ucapan tetangga. Berhentilah bersikap konyol, Indah. Hidupmu tidak akan bahagia jika caramu menjalaninya seperti ini," "Mas, aku tidak peduli. Mau motor baru tapi tidak dengan menjual mobil kamu. Aku nggak mau di hina terus menerus oleh tetanggaku. Aku bosan hidup dalam kekurangan, Mas!" Akram semakin mengepalkan tangannya. Ia sangat kesusahan mengontrol emosinya jika berurusan dengan Indah, tapi percuma juga berdebat dengan Indah yang pemikirannya selalu egois, selalu mementingkan apa kata orang lain. Akram keluar dari kamarnya membiarkan istrinya meraung dengan tangis pilunya, berjalan gontai dan ti
1015.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 533 kali sebagai regretful
Baca
+Pustaka
Penyesalan Seorang Suami

Penyesalan Seorang Suami

Syifa mengangguk. "Dengan ... Mas Prabu?" lirihku dengan cepat dan Syifa kembali mengangguk. Seketika rasa bersalah kembali menyeruak. Betapa jahatnya diriku yang begitu kejamnya memisahkan seorang anak dan ayahnya. Betapa kejinya diriku dengan teganya membuat mahligai rumah tangga itu hancur begitu saja. "Sudahlah, tak perlu mengingat masa lalu," ucap Syifa dan aku mengangguk. Meskipun tak dapat dipungkiri kalau hati ini masih merutuki diri ini.
9.480.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai regretful
Tampilkan Ulasan (10)
Baca
+Pustaka
Pemanis Aksara
ceritanya mantap Thor. oh iya izin promosi Thor. boleh mampir ke ceritaku, Kubalas Kesombongan Selingkuhanmu Lunas status tamat dan cerita Kain Basahan Basah di Kamar Mandi status on going. Terima kasih.
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Penyesalan Cinta Terdalam Mantan Suami

Penyesalan Cinta Terdalam Mantan Suami

Seluruh tubuhnya dipenuhi duka yang dalam. Zarend tanpa sadar teringat pada dua tahun lalu, saat Felisha mengalami keguguran. Dia hanya berbaring di tempat tidur, tidak berkata-kata, menatap langit-langit dengan kosong. Sebuah rasa sakit menghantam dada Zarend. Tiba-tiba, muncul dorongan kuat untuk segera menemani Felisha. Melihatnya terpaku, Valerie merasa semakin sedih. Dia menarik lembut ujung baju Zarend. "Kak Zarend, anak kita sudah tiada. Kamu nggak sedih?"
27.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai regretful
Baca
+Pustaka
Diabaikan Berujung Penyesalan

Diabaikan Berujung Penyesalan

Aku telah melakukan kesalahan. Aku seharusnya tidak punya anak ini kalau tahu dia akan lahir di keluarga seperti ini, keluarga di mana ayahnya lebih peduli pada anak orang lain dibandingkan anak kandungnya sendiri. Vincent kembali ke vila saat aku mengira aku sudah bisa istirahat. Wajahnya tampak kusut, jelas sedang terbebani sesuatu. Dia langsung berlutut di hadapanku dan dengan gaya seolah menjelaskan sebuah misi mulia, dia berkata, "Sayang, jangan marah ya?"
37.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai regretful
Baca
+Pustaka
Penyesalanku

Penyesalanku

Bersambung. Penyesalan memang selalu belakangan, Om. Kalau di depan, namanya pendaftaran.
1023.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 643 kali sebagai regretful
Baca
+Pustaka
Suami Yang Kusangka Satpam Ternyata Bos Besar

Suami Yang Kusangka Satpam Ternyata Bos Besar

Dia takut jika Regan mengucapkan hal itu karena rasa kasihan atau mungkin saja sudah menyerah pada takdir yang menimpa hidupnya. "Regan, apakah yang kamu ucapkan dalam keadaan sadar? Aku takut kamu menyesal." Seyra memastikan kembali ucapan pria itu. Barang kali kata-kata yang dikeluarkan oleh Regan barusan hanya spontan saja tanpa pertimbangan. Sehingga nantinya akan menimbulkan penyesalan bagi pria itu. "Kamu bisa meralat ucapanmu jika kamu mau." Mata Regan menyipit, ada kilat kekesalan di dalam matanya. "Apa sebenarnya kamu yang merasa keberatan?"
104.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai regretful
Baca
+Pustaka
Penyesalan Ibu setelah Aku Mati

Penyesalan Ibu setelah Aku Mati

“Hana paling takut petir. Malam ini, dia pasti nggak bisa tidur nyenyak. Ibu tahu kamu menyalahkan Ibu. Tapi, Ibu sudah benar-benar menyesal. Kembali ke sisi Ibu, ya? Tanpamu, Ibu benar-benar nggak bisa melanjutkan hidup!” Dalam hatinya, aku jelas-jelas bukan apa-apa. Jelas-jelas, dia selalu lebih menyayangi Justin. Sekarang, dia malah mengatakan dia menyesal. Untuk apa? Apa yang perlu disesalkannya? Lagi pula, aku sudah mati. “Bu Sanny, hari sudah gelap. Sebaiknya kamu cepat pulang.” Seorang polisi yang baik hati berjalan menghampiri Ibu dan mencoba memapahnya berdiri.
2.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai regretful
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status