Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Limerence

Limerence

Suara di seberang terdengar malas-malasan. Tiga kali Chessy menekan bel sampai ingin mendobrak pintu kalau tidak ingat tenaganya minim. Ia menjejalkan ponsel ke clutch-ny dengan dongkol. Sayang sekali unit Bagus kosong, penghuninya sudah rajin ke kantor.
104.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai relentless
Baca
+Pustaka
Broken

Broken

Betapa keras ia memikirkan berbagai macam rencana, namun gadis itu tetap tak akan berpaling kepadanya selagi masih ada Yandi, pria yang dikagumi gadis itu sejak dulu. Semua kegagalan itu tak membuat Andre mundur. Ia malah semakin gigih untuk terus maju. Walaupun ia terkadang merencanakan sesuatu yang terlalu berisiko. Tetapi ia memang tak pernah memikirkan akibat atas perbuatannya secara jangka panjang. Sehingga ia merasa semua perbuatannya tak akan menjadi masalah besar. “Reina, eh... lo mau cari suasana yang baru gak?” tanya Andre penuh harapan.
1013.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 544 kali sebagai relentless
Baca
+Pustaka
RETAK

RETAK

Lebih tepatnya, Vitaloka tidak ingin bergantung pada keluarganya. Dia juga benci tatapan iba dari keluarga besarnya. Padahal yang dia butuhkan itu bahu untuk bersandar, bukan malah ucapan menguatkan ataupun tatapan iba dari semua orang. Terlebih lagi cibiran dari tetangga, membuat hatinya panas saja. Vitaloka salah satu orang yang sering kali overthinking dengan ucapan orang lain. Bahkan dia sering merasa tidak enak hati pada orang lain. Padahal yang dibicarakan itu dirinya, bukan dia yang membicarakan mereka. "Jakarta," gumam Vitaloka sembari menatap langit-langit kamar apartemennya.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai relentless
Baca
+Pustaka
Ikhlas

Ikhlas

jelasku "tapi kenapa?" "Saya hanya ingin berusaha memegang prinsip saya, bahwa jika saya membawa laki-laki kerumah itu hanya jika laki-laki itu ingin serius dengan saya. Jadi lebih baik bapak pulang karena saya rasa besok bapak juga harus kerja. Saya duluan dan terimakasih telah mengantarkan saya, Assalamu'alaikum" "Wa'alaikumsallam" ... Aku tidak tahu apa yang saat ini aku rasakan, hanya saja aku tidak ingin rasa ini terlalu berlarut-larut hingga menimbulkan sebuah harapan ingin memiliki
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai relentless
Baca
+Pustaka
Menyerah

Menyerah

Bersambung . Ngantuk Besti
1017.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 609 kali sebagai relentless
Baca
+Pustaka
Lebih dari selamanya

Lebih dari selamanya

~Semakin menjauh semakin rasa penasaran bagaimana cara untuk bisa mendapatkanmu. Menolak bukanlah gagal. Justru aku belum sempurna untuk memilikimu~ *** "Kau sudah gila!" Gerutu Amanda. "Bagaimana?" Roy mendesak. Amanda melepas shallnya dan melemparkannya di hadapan Roy.
105.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 174 kali sebagai relentless
Baca
+Pustaka
Tes

Tes

Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai relentless
Baca
+Pustaka
Satu Kalimat Abadi yang Tak Berubah

Satu Kalimat Abadi yang Tak Berubah

Di balik kilauannya, Cindi tahu cinta itu sudah busuk dan mati. Meski menyakitkan dan berat, Dia bukan tipe orang yang larut dalam masa lalu. Dia selalu bisa berjalan ke depan dan tidak akan menoleh ke belakang. Beban berat yang selama ini menindihnya, perlahan mulai terangkat dan dibawa pergi oleh angin laut dan ombak. “Terima kasih,” katanya. Hanya dua kata, tapi terasa seberat gunung.
6.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 171 kali sebagai relentless
Baca
+Pustaka
Unforgettable

Unforgettable

ujar Gerry yang semakin memelur Reva dengan erat, hanya gadis itu satu-satunya alasan ia bertahan dalam membangun perusahaan saat ini, hanya sedikit waktu lagi yang ia butuhkan. Reva mendongak, menoleh ke arah Gerry, ia dapat melihat ketulusan dalam setiap ucapan pria tersebut, alih-alih semakin kesal, kini amarahnya mulai meredam, hanya perasaan sayang yang memenuhi hatinya untuk saat ini.
1010.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 345 kali sebagai relentless
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status