Berhenti Memaksakan Cinta yang Melelahkan
"Hubungan kami sudah bertahun-tahun, masa kamu nggak bisa lebih murah hati? Yola, kenapa kamu jadi sepelit ini soal perasaan?"
Pertengkaran, perang dingin, lalu berdamai .... Berulang tanpa henti. Setiap kali bertengkar sampai akhir, selalu aku yang melihat wajahnya yang gusar dan lelah, lalu tak tahan dan lebih dulu meraih tangannya.
Dia akan memelukku dan berkata, "Sudah, sudah. Orang yang kucintai cuma kamu."
Kemudian, semuanya kembali seperti biasa. Nessa tetap akan mencarinya kapan saja. Dia pun seolah-olah tak pernah belajar menolak. Bahkan dia merasa keberatanku hanyalah masalah sepele.