Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mati Kembar

Mati Kembar

Makasih 😍😍 Follow aku di I* juga zika.amell
105.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 168 kali sebagai remuk
Baca
+Pustaka
Purba Sang Pemuas

Purba Sang Pemuas

Bunyi retakan tulang beruntun terdengar amat sangat mengerikan menggema di posko tersebut. Jari-jari gempal milik Bahar hancur remuk rata dengan lantai semen yang dingin. Rasa sakit yang teramat sangat menyiksa langsung merambat ke seluruh saraf otak Bahar. "Tolong angkat kakimu! Aku mohon ampun, jariku remuk!"
9.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 341 kali sebagai remuk
Baca
+Pustaka
DENDAM

DENDAM

Aku tercengang membaca pesannya, mana mungkin Amira membeli perdana dari sana, sedangkan dia saja orang asli Kalimantan. "Ada nama pemiliknya? Bisa kamu lacak?" tanyaku. "Sepertinya itu nomor sekali pakai. Nomornya juga sulit di lacak, namun ada pemiliknya, itupun juga warga sana!" "Siapa namanya?" tanyaku. "Romina, kelahiran tahun 1945." Aku mendesah berat, siapa sebenarnya orang ini, mengapa ia meneror Alenaku.
1024.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 639 kali sebagai remuk
Baca
+Pustaka
Renjana

Renjana

Amin 14 Februari 2014 Renjana Semoga permohonan ini didoakan oleh Romo dan dapat dikabulkan. Semoga Adit dapat memaafkan kesalahan itu, dan kami bisa memiliki hubungan yang baik. 🍁🍁🍁
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai remuk
Baca
+Pustaka
Ace Tribes

Ace Tribes

“Kemarilah.” Dengan setengah hati, kuseret kakiku menyusul langkah Remus hingga kami benar-benar tiba di depan kolam. Remus memintaku untuk duduk bersimpuh, kemudian ia berjalan menjauh ke balik pohon yang ada di dekat kolam. Tidak peduli dengan kepergian Remus, antusiasmeku meningkat kala melihat banyak ikan di dalam air kolam. Bukan hanya ikan, ada juga hewan dengan tempurung hijau; kura-kura.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai remuk
Baca
+Pustaka
Misteri Mayat Sahabat-Sahabatku

Misteri Mayat Sahabat-Sahabatku

“Huuft... Okay. Aku akan segera kesana.” Kami bergandengan tangan menuju ruang kerja Langdon. Pemandangan pertama yang menyambut saat kami membuka pintu adalah. Kumis lele dari si Tommy. “Oh, F*ck!” Teriak Remi mengekspresikan kekecewaannya.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai remuk
Baca
+Pustaka
DERREL

DERREL

damagenya parah gak kuat cuyy. "Powkoknyuah gw tim Jukyung bahagiua." Melody berbicara dengan mulut yang penuh dengan ramen. "Makan aja lo gak usah ngomong, keselek mampus lo." Ledek Tara. "Lo jaudi teumen jahad am-uhuk uhuk uhuk." Melody yang tersedak segera mengambil minumnya. Wajahnya jadi memerah dan hidungnya begitu sakit.
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 213 kali sebagai remuk
Baca
+Pustaka
Remorse

Remorse

Nadya hanya mengangguk kecil menyetujui ucapannya. “Mana panas lagi,” Rutuk Mei menempelkan botol dingin itu kepipinya. “Jorok banget sih,” Fera merespon dengan tatapan jijik. “Apa mau?” Dengan tatapan tajam Mei mengacungkan minumannya yang kini tinggal setengah. “Seksi!” Kansa berujar kencang, kemudian menutup mulutnya yang tidak memiliki sopan santun itu.
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai remuk
Baca
+Pustaka
RUSAK

RUSAK

Dia merasa harus turun tangan demi Sarah. “Selamat malam semua, saya mengadakan jumpa pers ini bertujuan untuk meluruskan pemberitaan yang berkembang belakangan ini tentang Sarah Samanta.” Melinda memulai sesi jumpa pers. “Apa benar Sarah Samanta seorang pemabuk?” Todongan pertanyaan yang cukup tajam langsung menyerang Melinda. “Anak saya hanya korban.” “Dimana saat ini Sarah berada?”
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai remuk
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status