Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
RUSAK

RUSAK

Ancamnya dengan muka nyolot serta mata yang terlihat mau keluar. "ANDA INI TIDAK PUNYA TATA KRAMA YA?! BAJU DOANG KEREN KELAKUAN KAYAK BINATANG MAIN SELONONG MASUK KE RUMAH PEREMPUAN!" Dengusnya sambil berkacak pinggang di tengah-tengah pintu masuk. Rima memamg tipe perempuan badas yang tidak kenal takut meski dengan lawan gendernya.
1.9K viewsOngoingAdded to Library 50 Times as remuk
Read
+Library
Renggali

Renggali

raung Ansel dengan muka yang menyebalkan. “Huh! iya-iya! Gua tahu kok. Tidak usah berlebihan begitu! Dan? Tolong jauhkan mukamu yang MENGERIKAN itu dari pandanganku,” cetus Arav sambil memalingkan kepalanya. “Itu bisa membuat bola mataku copot,” lanjutnya sambil bergumam. “Berpikir normal sedikit kenapa sih!” pungkas Ansel berbicara sendiri sembari berjalan duluan.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 73 Times as remuk
Read
+Library
BERSAMANYA

BERSAMANYA

Dengan kepala tertunduk, dia dengan lembut memutar-mutar gelasnya. Jubah malam biru laut yang dia kenakan memamerkan wajahnya yang terpahat dengan sempurna. Matanya menunduk, dan jari-jarinya yang panjang mengetuk-ngetuk sisi gelas anggur. Itu adalah pemandangan yang bisa memabukkan wanita mana pun. Melihat putranya dalam terang ini, Qin Yumin merasakan ketidakakraban yang aneh. “Saya mendengar tentang pertemuan hari ini. Anda menolak Rencana Greenfield Manor?”
104.1K viewsOngoingAdded to Library 153 Times as remuk
Read
+Library
Cinta yang Kau Bawa Pergi

Cinta yang Kau Bawa Pergi

Mahameru nama lain dari Gunung Semeru. Sejak dulu villa ini menjadi tempat staycation keluarga di akhir pekan. "Kamu nggak ganti baju dulu. Celanamu kena lumpur di pacuan kuda tadi." Barra menunjuk celana jeans Delia dibagian betisnya. Membuat wanita itu juga melihat ke arah yang sama. "Iya, nanti aku ganti."
10181.0K viewsCompletedAdded to Library 5.4K Times as remuk
Read
+Library
Istri yang Kau Remehkan

Istri yang Kau Remehkan

Selain itu ia juga merasa haus. "Nah, di depan itu ada minimarket. Kita ke sana sebentar ya, Ri?" Damar membelokkan kendaraan di depan minimarket wiralaba. "Ayo kita turun, Ri? Siapa tahu kamu ingin membeli yang lain?" tawar Damar. "Iya. Saya ingin membeli makanan kecil untuk Wira." Suri ikut turun. "Pak, Bu Murni pasti sangat--"
1082.2K viewsCompletedAdded to Library 2.0K Times as remuk
Read
+Library
KEMELUT CINTA

KEMELUT CINTA

Perlu beberapa saat buatku mencerna ucapan dokter itu. Aku ingin membuktikan ucapan Dokter Aldo. Maka dengan gerakan perlahan aku membuka dua kancing kemeja seragamku. Sengaja kupamerkan renda hitam yang menutupi melon kembar yang mencuat bulat dan kencang. Seketika itu juga Dokter Aldo menubruk tubuhku hingga aku telentang di atas meja tengah dapur. ****
101.1K viewsOngoingAdded to Library 44 Times as remuk
Read
+Library
Dendam yang Tak Terlupakan

Dendam yang Tak Terlupakan

Ada kotak sushi premium dengan penataan yang artistik, sup miso hangat, dan bahkan sebotol kecil sake non-alkohol. "Saya tidak minum alkohol," tolak Mela dingin. Sorot matanya Mela tetap tajam dan menusuk. Ia memang sama sekali tidak berminat menyentuh makanan ataupun minuman yang dibawa Damar. Ide berbagi hidangan dengan pria yang mungkin terlibat dalam kematian Haris terasa menjijikkan. Mela tidak bergerak dari kursinya untuk menjaga jarak fisik dan emosional dari Damar.
728 viewsOngoingAdded to Library 16 Times as remuk
Read
+Library
KUTUKAN DARAH EMAS

KUTUKAN DARAH EMAS

Mereka berada di Hutan Lumut Merah, sebuah belantara tua yang dipagari oleh pepohonan bermetamorfosis, tumbuh di atas bekas medan perang Ranah Kekuatan kuno. ​Kabut tebal berwarna kelabu susu menggantung rendah, membatasi pandangan hingga hanya beberapa meter. Penciuman Kael segera menangkap aroma apek yang pekat, dominasi bau belerang dingin yang bercampur dengan fermentasi lumut basah—bau kematian spiritual yang mengudara. Udara lembab ini bahkan memiliki Pengecapan yang pahit dan metalik di lidahnya, seolah ia menghirup udara yang berkarat.
621 viewsOngoingAdded to Library 24 Times as remuk
Read
+Library
Hati yang Remuk dan Mati

Hati yang Remuk dan Mati

Sementara saat Dave pulang tengah malam, Sheila menerima pesan asing. [Malam ini di lantai atas seru banget, aku nggak bisa kendalikan diri, jadi ada cakaran tertinggal di tubuh mantanku.] [Harus diakui, mantanku emang hebat, pinggulnya seperti motor.] Sheila melihat Dave yang mabuk di tempat tidur, dua kancing bajunya terbuka, dadanya penuh dengan cakaran. Kemeja putih yang dia kenakan adalah kemeja pasangan yang dia pesan pada ulang tahun pernikahan mereka tahun lalu.
36.0K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as remuk
Read
+Library
PREV
1234568
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status