Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Bara Dendam Membara

Bara Dendam Membara

Ia berlari tanpa suara ke kamar orang tua, lalu membuka lemari besar di sudut ruangan. Tanpa ragu, ia masuk dan menutup pintu lemari dari dalam. Napas seolah tertahan. tangan mungil itu menutup mulut sendiri agar tidak bersuara, suara langkah kaki semakin dekat, lemari-laci dibuka paksa, barang-barang dibanting, seseorang mengumpat pelan. “Cari sampai ketemu!” Waktu terasa membeku. “Kita harus begerak cepat,” kata yang lain. “Gu Qiang tidak mau ada sisa.”
651 viewsOn holdAdded to Library 14 Times as remuk redam
Read
+Library
TERBAKAR DENDAM KESUMAT

TERBAKAR DENDAM KESUMAT

"Aku sedang ada di tepat yang jauh, Ma. Para pekerja aku liburkan untuk beberapa waktu." "Apa? Di tempat yang jauh? Kamu pergi liburan, Rend? Gak ngajak mama?" wanita yang mengenakan kemeja dengan lengan seperempat serta celana kulot dengan hils setinggi lima belas centimeter itu tampak tak terima jika putranya pergi berlibur tanpa mengajak dirinya. Jangan lupakan tas jinjing bermerk serta kaca mata kotak hitam yang turut menjadi pelengkap penampilan wanita paruh baya yang kerap di sapa jeng Intan tersebut.
628 viewsOngoingAdded to Library 20 Times as remuk redam
Read
+Library
Mengemis Maaf Istriku

Mengemis Maaf Istriku

Hana mengeluarkan beberapa lembar uang merah dan meminta Dania memberikannya pada tetangga samping rumahnya. Wanita itu menurut saja, dia bergegas menghampiri tetangga samping kontrakannya dan menyerahkan kunci agar bisa diberikan pada pemilik kontrakan. Tak lupa Dania menyelipkan beberapa lembar uang merah yang diberikan Hana tadi sebagai ucapan terimakasih.
1036.1K viewsOngoingAdded to Library 1.3K Times as remuk redam
Read
+Library
KERUMUNAN ADALAH NERAKA

KERUMUNAN ADALAH NERAKA

Di balik suara-suara sumbang tentang kutukan dan azab, ada harapan yang tersimpan rapi, menanti fajar baru untuk menyingsing. “Dedemit adalah cermin,” tulisnya dalam buku catatannya, dengan tinta yang mengalir seperti air mata yang tak tertahan. “Mereka bukan monster dari luar, melainkan bayangan kita sendiri, sisi gelap yang muncul ketika cahaya harapan meredup.”
1.7K viewsOngoingAdded to Library 46 Times as remuk redam
Read
+Library
MENJEMPUT ISTRIKU

MENJEMPUT ISTRIKU

''Tapi, tidak akan lama. Mereka saling bertukar pandang, menyadari bahwa ketenangan ini akan segera berubah. Tiba-tiba, suara dalam dan tegas memotong keheningan. "Jangan lengah!" perintah Vadim. Tatapannya tajam, penuh keyakinan dan ketegasan. "Umpan sudah dilepas, Darram tidak akan lagi berada dalam posisi tidak tahu."
2.9K viewsCompletedAdded to Library 60 Times as remuk redam
Read
+Library
Hadirmu Menghancurkanku

Hadirmu Menghancurkanku

Dia tidak melihat ada kecelakaan atau kejadian yang luar biasa. Lia termenung dikursinya, hari sudah sore. Hampir semua pegawai sudah pulang, kecuali beberapa orang yang memang harus lembur. Tiba-tiba hp nya berdering, ada telpon dari Brata. Lia segera mengangkat nya "Hallo mas" Lia menjawab " Hallo, ini dengan mbak Lia. Ini aku mbak Umar sepupunya mas Brata" " Oh....iya, saya Lia. Ada kabar apa dari mas Brata, Saya tunggu dari tadi dia gak ada kabar" Ada kegugupan disuara Lia.
7.8K viewsCompletedAdded to Library 274 Times as remuk redam
Read
+Library
7 Ramadhan Tanpamu

7 Ramadhan Tanpamu

Ucapan dengan salah tingkah sedang wajahnya merah seperti kepiting rebus. Tommy hanya berpura-pura tidak tahu. Dia membisu sambil membuka jaket yang membalut kaos polo putih di badannya. "Itu sepertinya mereka sudah menungg, Mbak." Tommy sengaja mengalihkan konsentrasi Zeira agar secepatnya stabil. "I-iya, Bang." Jawaban Zeira sembari membetulkan khimarnya.
107.9K viewsCompletedAdded to Library 284 Times as remuk redam
Read
+Library
Dendam Membara Sang Pewaris!

Dendam Membara Sang Pewaris!

Dia tidak ingin seseorang yang telah berjasa dalam hidupnya menumpahkan air mata keaedihan. “Seseorang mencelakaimu?” Dhea sedikit memiringkan kepala. Dia masih belum mengerti maksud dari ucapan Aldan. Melihat kebingungan ada pada diri Dhea, segera Aldan menjelaskan kembali, “Motorku baik-baik saja. Sudah di seevice malahan ... Tadi pas Aldan pulang, pas mau mengerem eh gak bisa di rem. Beruntung Aldan pengalaman, coba kalo gak? Terus Aldan cek di jalan, ternyata ada yang merusak kabel rem motorku, Bun. Kanvas rem-nya juga ilang. Mustahil 'kan Bun bisa ilang sendiri kalo bukan karena tangan-tangan jahat yang melakukannya.”
8.436.8K viewsOn holdAdded to Library 1.2K Times as remuk redam
Read
+Library
Remorse

Remorse

Kak Raga Temenin gue jalan, cepet siap-siap 5 menit lagi gue sampe di rumah lo Nadya terkejut menatap pesan yang kini terpampang jelas di hadapannya. “Gak salah kirim nih?” tanyanya bingung sendiri. “Yaudah deh siap-siap aja dulu, siapa tau emang gak salah kirim.” Nadya kembali berucap dengan kaki yang bergerak cepat menuju lemari pakaiannya. Ia tersenyum lebar dengan perasaan berdebar setelah melihat sosok lelaki tampan yang kini bersandar manis di motor hitam miliknya.
103.2K viewsCompletedAdded to Library 90 Times as remuk redam
Read
+Library
Kembalinya Sang Pewaris Terkaya

Kembalinya Sang Pewaris Terkaya

Mendadak satpam itu meninju perutnya hingga Radit terlempar. BUGHHHH "Pergi atau bukan hanya motor yang remuk. Aku bisa membuat tulang rusukmu juga ikut remuk!" kecam sang satpam.
1025.4K viewsOngoingAdded to Library 963 Times as remuk redam
Read
+Library
PREV
123456
...
8
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status