Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Hestia

Hestia

“Kita pulang dulu, maaf buru-buru.” “Ngapain minta maaf! Makasih, lho, udah ngasih stok makanan juga, Re!” Artemis membalas perkataan pria bertubuh atletis di balik sweater jaket abu-abunya. ‘Oh iya, namanya Remi,’ bisik Patra menghapal nama-nama anggota keluarga pacarnya.
101.1K viewsOngoingAdded to Library 28 Times as remuk
Read
+Library
Mati Kembar

Mati Kembar

Kulirik dari celah jendela rupanya gerimis mulai menitik dan membasahi setiap dinding di luar serta kaca yang bening menjadi berembun karena tetesan air langit itu. Ternyata begitu cepat malam menyapa kami. Benar saja terlihat si kembar memeluk kedua lenganku erat. Sementara aku masih terduduk di sofa di tengah-tengah ruangan. Astaga! aku melihatnya lagi, sosok yang sama pada waktu yang mungkin sudah tak terhitung lagi. Bisa jadi aku sudah sangat teramat biasa dengan pemandangan buruk ini. Tapi kali ini bukan itu yang ingin kubahas melainkan kan ada keanehan yang tidak biasa tergambar dari pemilik mata sendu itu.
106.0K viewsOngoingAdded to Library 173 Times as remuk
Read
+Library
Kutukan Desa Gunung Kembar

Kutukan Desa Gunung Kembar

Sejak aku pertama kali menstruasi, ibuku memberiku sebotol salep dengan sikap misterius dan menyuruhku mengoleskannya ke dada setiap malam. Setelah mengoleskan salep misterius itu selama sepuluh tahun, aku benar-benar memiliki sepasang "gunung kembar" yang paling sempurna. Namun, harta karun yang begitu sempurna itu hanya bisa disembunyikan di balik pakaian. Ibuku melarang keras aku berhubungan intim dengan laki-laki, dan bahkan melarangku mengenakan pakaian apa pun yang memperlihatkan buah dadaku. "Jangan biarkan pria mana pun melihat dadamu. Kalau nggak, pria itu bisa mati!" Pada ulang tahunku yang ke-24, aku berhubungan intim dengan pacarku untuk pertama kalinya. Tidak sanggup menahan ray
1.8K viewsCompletedAdded to Library 65 Times as remuk
Read
+Library
DENDAM

DENDAM

Aku tercengang membaca pesannya, mana mungkin Amira membeli perdana dari sana, sedangkan dia saja orang asli Kalimantan. "Ada nama pemiliknya? Bisa kamu lacak?" tanyaku. "Sepertinya itu nomor sekali pakai. Nomornya juga sulit di lacak, namun ada pemiliknya, itupun juga warga sana!" "Siapa namanya?" tanyaku. "Romina, kelahiran tahun 1945." Aku mendesah berat, siapa sebenarnya orang ini, mengapa ia meneror Alenaku.
1024.8K viewsCompletedAdded to Library 645 Times as remuk
Read
+Library
Renjana

Renjana

aku menggenggam tangan Irine, ia membalas genggaman tanganku dengan kuat, Ida juga menggenggam tanganku. 🍁🍁🍁 Sepulang sekolah, ku bulatkan tekad untuk datang ke Karyadi, sendiri, ku dengar dia mengalami retak tulang selangka, atau bahasa medisnya fraktur klavikula dextra, kemungkinan dia terjatuh dengan kondisi terentang atau jatuh dengan bahu yang terkena benturan, sehingga menyebabkan tulang selangka retak atau bahkan patah. Entah bagaimana ceritanya dia bisa jatuh atau cedera, kemungkinan dia mendapatkan itu ditempat kerja. Aku memasuki lorong yang sudah disebutkan oleh perawat dengan langkah gontai, mampukah aku melihatnya tanpa meneteskan air mata.
103.3K viewsOngoingAdded to Library 88 Times as remuk
Read
+Library
Ace Tribes

Ace Tribes

“Kemarilah.” Dengan setengah hati, kuseret kakiku menyusul langkah Remus hingga kami benar-benar tiba di depan kolam. Remus memintaku untuk duduk bersimpuh, kemudian ia berjalan menjauh ke balik pohon yang ada di dekat kolam. Tidak peduli dengan kepergian Remus, antusiasmeku meningkat kala melihat banyak ikan di dalam air kolam. Bukan hanya ikan, ada juga hewan dengan tempurung hijau; kura-kura.
103.7K viewsOngoingAdded to Library 111 Times as remuk
Read
+Library
Misteri Mayat Sahabat-Sahabatku

Misteri Mayat Sahabat-Sahabatku

“Huuft... Okay. Aku akan segera kesana.” Kami bergandengan tangan menuju ruang kerja Langdon. Pemandangan pertama yang menyambut saat kami membuka pintu adalah. Kumis lele dari si Tommy. “Oh, F*ck!” Teriak Remi mengekspresikan kekecewaannya.
102.2K viewsOngoingAdded to Library 81 Times as remuk
Read
+Library
REUNI

REUNI

"Ada apa dengan badan lo? Pada ke mana lemak-lemak yang lo pelihara, kenapa pada raib gini?" Dendy tertawa, bukan hanya dia, Danar juga terkikik. "Lemaknya udah dia buang di sungai Kapuas," celetukku. Dendy dan Giko lantas saling berjabat tangan dan berpelukan. Lalu dua makhluk itu saling menanyakan kabar dan yang pasti membahas soal perubahan drastis body Dendy yang begitu kencang. **
1016.0K viewsCompletedAdded to Library 479 Times as remuk
Show Reviews (11)
Read
+Library
Yuli F. Riyadi
Halooo, Selamat Datang di Goodnovel. Ini cerita keempatku di sini. Semoga kalian suka membaca kisah Wina-Tama-Giko-Danar. Mereka akan menemani kalian tiap hari hingga tamat. Yuk! ramaikan dan jangan lupa tinggalkan review lima bintang .........
arwa
biasanya aku kurang suka baca cerita yg ceritanya cuma dr sudut pandang satu doang,,,tp ini lain,rasanya harus lanjut baca terus,bagus si,sayang nemu cerita ini baru,,,, habis ini enaknya lanjut cerita yg mana kak??
Read All Reviews
Let's Play With Me

Let's Play With Me

Omelan Shea juga cukup mengganggunya. Senyuman langsung tercetak di bibir Shea. Dia sangat senang, perkataan yang diharapkannya keluar juga dari mulut Cora. Sebelum ke gedung Flash House, Cora mampir ke toko kartu remi untuk mengambil pesanannya. Bentuk kartu remi yang ia pesan terlihat unik. Kartunya berwarna silver mengkilat dengan gambar bertema tengkorak dan angka juga lambang yang sengaja dicetak timbul.
107.7K viewsOngoingAdded to Library 278 Times as remuk
Read
+Library
DERREL

DERREL

damagenya parah gak kuat cuyy. "Powkoknyuah gw tim Jukyung bahagiua." Melody berbicara dengan mulut yang penuh dengan ramen. "Makan aja lo gak usah ngomong, keselek mampus lo." Ledek Tara. "Lo jaudi teumen jahad am-uhuk uhuk uhuk." Melody yang tersedak segera mengambil minumnya. Wajahnya jadi memerah dan hidungnya begitu sakit.
106.1K viewsOngoingAdded to Library 219 Times as remuk
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status