Mendadak Kembar
' gumam Bram, sebuah getaran hangat tiba-tiba hadir dalam hatinya.
"Tidak, tidak boleh, aku tidak boleh mencintai orang lain kecuali Reina." kata Bram sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Beberapa saat kemudian, tampak Melati perlahan membuka matanya. "Mel, kamu sudah sadar?"
"Mas Bram, aku dimana?"
"Tenang saja Mel, kamu di rumah sakit, tadi kamu pingsan."
"Kandunganku gimana Mas?"
Hot Chapters