DENDAM
"Jelaskan! Kenapa kamu ada di sekitar rumahku? Dan kenapa kamu hapus, pesan dari Alena."
Amira meringis, ia terus memegangi lehernya yang memerah, dan menatapku dengan ketakutan.
"Seseorang mengirim pesan kepadaku, bahwa mas Raka, bersenang-senang dengan Alena di rumah itu. Jadinya, aku berniat menyamar dan meluncur ke alamat yang di berikan. Aku terkejut, melihat rumah itu malah ada bendera kematian dan para pelayat. Jadinya aku putuskan untuk melaju pergi."