Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Elmaut Berwajah Merah

Elmaut Berwajah Merah

“Biksu Chi! Apa kau ingin kuil mu menjadi tempat pertumpahan darah? Tanya Dewa Tongkat Merah berusaha mengalihkan perhatian para pendekar dari omongan Yu Lai. “Jika Elmaut berwajah merah mau mengembalikan kitab Hud Kong Singkang dan bersedia mengeluarkan ilmu tersebut dari dalam tubuhnya, kami pihak Siauw Lim Pai akan melepaskan Elmaut Berwajah Merah serta tidak lagi mempersoalkan siapa pencuri kitab,” Kauwcu dari partai Siauw Lim Pai membalas perkataan Dewa Tongkat Merah.
1014.5K viewsOngoingAdded to Library 550 Times as remuk redam
Read
+Library
Pernikahan Skandal dengan Sang Jenderal

Pernikahan Skandal dengan Sang Jenderal

Atau terjebak dalam badai di lautan? “ELOWEN!! ELOWEN!!!” Terdengar suara ketukan dibarengi suara Remus samar-samar dari luar. Elowen tergesa membuka pintu. Remus berdiri dengan mantelnya sambil membawa gulungan perkamen. Elowen melihat gulungan perkamen itu. Ia tersenyum lega. “Apa itu pesan dari Valtoria?” Remus mengangguk sambil menyerahkan gulungan perkamen itu ke Elowen. Sementara Remus berganti yang menggendong Eryndor.
1014.9K viewsCompletedAdded to Library 597 Times as remuk redam
Read
+Library
DANGEROUS LOVE

DANGEROUS LOVE

Jenar menjambak rambutnya sendiri memikirkan segala kemungkinan. Langit mulai menguning keemasan dan memerah di ufuk barat, Jenar baru selesai mandi sore usai menyiapkan air mandi hangat untuk Remo. Demam Remo telah turun secara dratis, hanya tersisa sedikit sakit kepala. Jenar belum berani cerita soal panggilan dengan perempuan paruh baya mabuk tadi. Jenar menyiapkan makan malam seolah tak ada apa-apa. "Mandi di tempat kamu ternyata paling segar, ya ..." kata Remo yang baru selesai mandi air hangat, dia sibuk mengeringkan rambutnya yang masih basah dengan handuk.
1032.2K viewsCompletedAdded to Library 643 Times as remuk redam
Read
+Library
Menuju Matahari

Menuju Matahari

“Ya nanti kalau salah aku betulkan. Sekarang katakan padaku, tamu gustimu yang berasal dari Karang Benda itu tidurnya di mana?” Prajurit itu meludah. “Aku tidak akan mengatakannya pada penjahat macam kalian!” Mendadak Remak memuntir kepala salah satu jenazah hingga putus dari leher dan memamerkannya tepat di wajah sang prajurit. “Mau kubikin jadi seperti ini?” Pemuda itu kontan menjerit-jerit. Apalagi ketika Remak iseng menempel-nempelkan bibir jenazah ke bibir sang prajurit.
9.526.5K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as remuk redam
Show Reviews (17)
Read
+Library
Kebo Rawis
GoodNovel beruntung sekali ada penulis sekelas Mas Wiwien yang mau ikut menyumbangkan karyanya. Salah satu harta karun di platform ini. Cerita yang sangat layak baca bagi siapapun yang paham bedanya karya yang benar-benar bagus dan berkualitas, bukan sekadar "bagus" karena statistik.
KSATRIA PENGEMBARA
Numpang Promo y thor ! Pernah terbayangkan ngak ? kalau ada seorang pendekar dari JAWA DWIPA yg suka mengembara ke berbagai negeri & bertarung dg semua pendekar-pendekar hebat dari seluruh dunia. Pastinya pengembaraan ini sangat menarik utk diikuti Ksatria Pengembara akan UPDATE TIAP HARI
Read All Reviews
Kembalinya Sang Penguasa

Kembalinya Sang Penguasa

Aura hitam pekat menyelimuti tubuhnya, membuat langit di atas mereka menjadi gelap. Remus merasakan tekanan yang bahkan lebih besar dari sebelumnya. Tetapi alih-alih merasa takut, ia justru merasa semakin bersemangat. "Kalau begitu," katanya, mengepalkan tangan, "mari kita lihat siapa yang lebih kuat." ****
101.8K viewsOngoingAdded to Library 50 Times as remuk redam
Read
+Library
Putrimu Membalaskan Dendamku

Putrimu Membalaskan Dendamku

"Asem asem, asem apa Mbak?" Pak Dirman terdengar bingung, membuatku tertawa seketika. " Asem ketek kali, Pak!" Pak Dirman ikut tertawa. "Bisa aja si, Mbak." Pak Dirman membelokkan motornya saat melewati perempatan jalan besar. " Amnesia Pak. Lupa ingatan, lupa kali pak sama anak istrinya," kekehku. "Bukannya lupa, Mbak, mungkin cuma sedang tidak ingat. Mbak yang sabar doainnya biar suaminya nggak lama-lama asem asem asem apa tadi Mbak?"
103.8K viewsOngoingAdded to Library 132 Times as remuk redam
Read
+Library
Mengemis Malam Pertama

Mengemis Malam Pertama

Dia menyalakan televisi, supaya rumah tidak terlalu hening, masih ada harapan beberapa jam lagi. Beberapa jam pun berlalu sudah, berkali-kali dia memperbaiki dandanannya, bahkan ini sudah jam dua belas malam. Mazaya marah, mengurai rambutnya yang disanggul dengan paksa, menghapus lipstiknya, meninggalkan bibir pucat tak berdarah. Dia mengamuk, menarik taplak meja dengan kasar, vas bunga terpental dan pecah berhamburan.
1029.6K viewsCompletedAdded to Library 680 Times as remuk redam
Read
+Library
PEMBALASAN DEWA MAUT

PEMBALASAN DEWA MAUT

Energi Kekosongan yang hitam pekat meledak dari tubuhnya, melenyapkan seluruh ilusi itu dalam sekejap. Pemandangan rumahnya hancur berkeping-keping menjadi debu hitam dan kembali menjadi kehampaan putih yang steril. “Wah, marah,” komentar Rembong, nadanya terdengar sangat puas. “Itu dia yang aku suka! Amarahmu itu, seperti bumbu penyedap paling enak di dunia.” "Jangan pernah tunjukkan itu lagi padaku," geram Dipasena, matanya menyala merah.
103.2K viewsCompletedAdded to Library 85 Times as remuk redam
Read
+Library
KUNTILANAK MERAH

KUNTILANAK MERAH

Namun kali ini, kejadian makin gila. Setelah semua anggota berkumpul, Bu Rumi berdiri dengan gagah di tengah ruangan. Ia mengenakan daster merah bermotif semangka dan jepitan rambut berbentuk hati. Di tangannya, ia pegang toples plastik bekas permen yang diisi gulungan nama.
1.1K viewsOngoingAdded to Library 24 Times as remuk redam
Read
+Library
Liontin Merah Delima

Liontin Merah Delima

Perlahan ku remas dadaku, heemmm rasanya begitu nikmat, wajahku mulai memerah. Ku tanggalkan kaosku, muncullah gundukan kembar yang terlihat penuh di dalam cup braku yang berwarna orange terang, dengan hot pant putih, diriku terlihat begitu sexy. Sedikit berharap om Brham tiba-tiba mendobrak pintuku lalu memasuki secara brutal. Tapi kurasa itu tidak mungkin. Braku telah aku tanggalkan, di cermin aku melihat diriku yang menikmati pilinan jariku putingku. Oh...nikmati sekali, dan betapa sexynya diriku ketika horny, aku baru menyadarinya.
700 viewsOngoingAdded to Library 25 Times as remuk redam
Read
+Library
PREV
1234568
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status