Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Perempuan Yang Kalian Remehkan

Perempuan Yang Kalian Remehkan

Malam Itu Hujan turun tipis. Udara terasa lembab. Lampu-lampu jalan terlihat redup di balik kaca. Freya membungkuk, satu tangan memegang ujung meja, satu tangan menekan perutnya yang seperti diremas dari dalam. > “Ah—” Sebuah erangan kecil lolos. Tidak keras, tapi jelas penuh rasa sakit.
1.1K viewsOngoingAdded to Library 30 Times as remuk redam
Read
+Library
Rasa Dari Keremajaan

Rasa Dari Keremajaan

Lencana di dada kiriku terasa berat, tapi juga hangat. Di luar jendela, langit terlihat cerah. "Romansa, ya?" gumamku sambil menyentuh lencana itu. Aku mengeluarkan ponsel, membuka grup chat yang baru dibuat Fachri dengan nama "TIM SUKSES -> KABINET KERJA RODI". Raihan: Rapat besok pulang sekolah. Jangan telat. Kita punya banyak birokrasi yang harus dihancurkan.
104.1K viewsOngoingAdded to Library 143 Times as remuk redam
Read
+Library
Temen Tapi Demen

Temen Tapi Demen

TEMEN TAPI DEMEN 31 Last Episode C Oleh: Kenong Auliya Zhafira Rey langsung menambah sentuhan akhir dari kejutan ini dengan memasang lampu warna-warni dan beberapa bunga palsu dan asli di samping kanan kiri tarub. Kemungkinan bunga mawar putih dan merah adalah bunga kesukaan Shasa. Hadi juga tak lupa membuat meja layaknya prasmanan dengan hiasan kain penutup yang disesuaikan, yakni putih dan gold.
108.4K viewsCompletedAdded to Library 261 Times as remuk redam
Read
+Library
BERTEMU RINDU

BERTEMU RINDU

tanyaku berhenti meminum jus pesananku. "Kalian bukan hanya saling menyembuhkan, tapi kalian berdua saling mencintai", kata Dimas yakin. "Dia belum pernah sedekat dan seterbuka itu ke cewek. Ke loe, doang. Dia bisa menumpahkan dirinya yang paling rapuh hanya ke loe. Kalau itu bukan cinta, lalu apa namanya? Andai aja gue bisa memutar waktu, gue bakal kasih diary loe ke dia."
102.8K viewsCompletedAdded to Library 76 Times as remuk redam
Read
+Library
Red in Us

Red in Us

Pakaian dalam bagian bawah Katha seketika terlihat. Dan ketika Brama hendak menyentuh inti tubuh Katha, tiba-tiba pintu dibuka dengan keras. Seorang remaja laki-laki menatap ke arah tempat tidur dengan mata dan wajah memerah. Seluruh pembuluh darah dan otot-ototnya menonjol, seperti hendak menyemburkan api amarah. “Brengsek Brama!” teriak Rabu. Dia langsung menerjang tubuh Brama, dan berusaha memukul tubuh pacar Katha itu.
1018.5K viewsCompletedAdded to Library 443 Times as remuk redam
Read
+Library
Semakin Red Flag Semakin Cinta

Semakin Red Flag Semakin Cinta

Ia mendapati matanya yang merah saat berkaca. ‘Gue marah, gue kecewa sama lo, Lad.’ Tangannya yang terkepal meninju tembok wastafel hingga ia kesakitan sendiri. ‘Brengsek, ternyata gue bukan yang pertama.’ Rain keluar dari kamar mandi setelah meredam kemarahan yang nyatanya tidak benar-benar bisa reda. Ia temukan Lady sudah meringkuk di bawah selimut.
920.8K viewsCompletedAdded to Library 622 Times as remuk redam
Read
+Library
DENDAM BERKALANG NODA

DENDAM BERKALANG NODA

Jendela persegi panjang yang langsung memperlihatkan pemandangan jalan besar. Terlihat seorang lelaki tampan dan gagah sedang duduk di atas kursi hitam kerja, sorot mata yang memiliki bola ber-Retina biru tua itu terlihat sangat suram. Raut wajahnya yang tampan siapa berani mendekat, dia seperti serigala buas dengan perangai yang mengerikan.
104.2K viewsOngoingAdded to Library 112 Times as remuk redam
Read
+Library
Mati Kembar

Mati Kembar

aku mulai takut dan panik kenapa bisa ada darah di sini? Tunggu! Ini, kan, mengarah ke kamarnya si kembar? Aku harus memeriksanya segera. Sebelumnya aku harus menyalakan lampu terlebih dahulu agar keadaan menjadi lebih terkendali. Sepersekian detik mulutku bagai dibungkam kuat, aku tak luasa berkata hingga aku melihat cairan merah mengental itu mengalir deras dari arah kamar si kembar. Tanpa pikir panjang, dengan tersengal-sengal aku belari ke kamar mereka. Deg!
106.0K viewsOngoingAdded to Library 208 Times as remuk redam
Read
+Library
MENJADI SAINTESS TERHEBAT

MENJADI SAINTESS TERHEBAT

“AAAAAAA!!! Engghh… hiks, hiks…..” Selimut bersih yang seharusnya berwarna merah jambu yang lembut, kini jadi berwarna merah samar karena ternoda dengan darah dari luka di dadaku yang kembali terbuka, dan bercampur dengan derasnya air mata.
9.828.8K viewsCompletedAdded to Library 949 Times as remuk redam
Read
+Library
Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1

Belum lama waktu berlalu, dan mereka benar-benar bertemu seseorang sekuat ini! Pada saat ini, wajah pria jelek itu pun mulai memerah. Meskipun Remi tidak menyalahkannya sama sekali sejak awal, kata-kata Remi menunjuk tepat ke arahnya. Jika apa yang dikatakan Remi benar, maka dia baru saja mengirim semua orang ke kematian mereka.
9.17.0M viewsCompletedAdded to Library 201.7K Times as remuk redam
Show Reviews (2320)
Read
+Library
Feeryal Faris
novel yang menarik tetapi entah kenapa penulis gagal meneruskan jalan ceritanya. sepatutnya jika perlu menamatkan ceritanya, harus diakhiri dengan kembalinya watak utama kepada keluarganya. persoalannya sekarang bagaimana situasi ahli keluarga watak utama terutamanya isteri dan anaknya??
Adriell Stanley
jalan cerita sangat baik cuma bab tamatnya sangat tak masuk akal...banyak persoalan² tak dapat di jawab di bab akhir.sangat kecewa tamat begitu saja.sekurang²nya biar la si fane merasa kebahagian yang tak terbatas diatas kepenatannya menuju ke pejuang no satu .
Read All Reviews
PREV
1
...
345678
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status