Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Arya Tumanggala 2

Arya Tumanggala 2

Sekejap kemudian. Kreeekk! Sekali tangan keriput itu bergerak meremas, terdengar suara benda keras diremuk. Rase Merah Pertama langsung meraung setinggi langit. Tubuhnya tampak bergetar hebat menahan rasa sakit. "Orang tua keparat! Kau meremuk tulangku!" jerit Rase Merah Pertama. Suaranya terdengar seperti sedang menangis.
1015.7K viewsCompletedAdded to Library 485 Times as remuk redam
Read
+Library
Ace Tribes

Ace Tribes

“Kemarilah.” Dengan setengah hati, kuseret kakiku menyusul langkah Remus hingga kami benar-benar tiba di depan kolam. Remus memintaku untuk duduk bersimpuh, kemudian ia berjalan menjauh ke balik pohon yang ada di dekat kolam. Tidak peduli dengan kepergian Remus, antusiasmeku meningkat kala melihat banyak ikan di dalam air kolam. Bukan hanya ikan, ada juga hewan dengan tempurung hijau; kura-kura.
103.6K viewsOngoingAdded to Library 121 Times as remuk redam
Read
+Library
Rasa Dari Keremajaan

Rasa Dari Keremajaan

Lencana di dada kiriku terasa berat, tapi juga hangat. Di luar jendela, langit terlihat cerah. "Romansa, ya?" gumamku sambil menyentuh lencana itu. Aku mengeluarkan ponsel, membuka grup chat yang baru dibuat Fachri dengan nama "TIM SUKSES -> KABINET KERJA RODI". Raihan: Rapat besok pulang sekolah. Jangan telat. Kita punya banyak birokrasi yang harus dihancurkan.
103.9K viewsOngoingAdded to Library 137 Times as remuk redam
Read
+Library
Temen Tapi Demen

Temen Tapi Demen

TEMEN TAPI DEMEN 31 Last Episode C Oleh: Kenong Auliya Zhafira Rey langsung menambah sentuhan akhir dari kejutan ini dengan memasang lampu warna-warni dan beberapa bunga palsu dan asli di samping kanan kiri tarub. Kemungkinan bunga mawar putih dan merah adalah bunga kesukaan Shasa. Hadi juga tak lupa membuat meja layaknya prasmanan dengan hiasan kain penutup yang disesuaikan, yakni putih dan gold.
108.2K viewsCompletedAdded to Library 254 Times as remuk redam
Read
+Library
BERTEMU RINDU

BERTEMU RINDU

tanyaku berhenti meminum jus pesananku. "Kalian bukan hanya saling menyembuhkan, tapi kalian berdua saling mencintai", kata Dimas yakin. "Dia belum pernah sedekat dan seterbuka itu ke cewek. Ke loe, doang. Dia bisa menumpahkan dirinya yang paling rapuh hanya ke loe. Kalau itu bukan cinta, lalu apa namanya? Andai aja gue bisa memutar waktu, gue bakal kasih diary loe ke dia."
102.7K viewsCompletedAdded to Library 72 Times as remuk redam
Read
+Library
Red in Us

Red in Us

Pakaian dalam bagian bawah Katha seketika terlihat. Dan ketika Brama hendak menyentuh inti tubuh Katha, tiba-tiba pintu dibuka dengan keras. Seorang remaja laki-laki menatap ke arah tempat tidur dengan mata dan wajah memerah. Seluruh pembuluh darah dan otot-ototnya menonjol, seperti hendak menyemburkan api amarah. “Brengsek Brama!” teriak Rabu. Dia langsung menerjang tubuh Brama, dan berusaha memukul tubuh pacar Katha itu.
1018.1K viewsCompletedAdded to Library 435 Times as remuk redam
Read
+Library
Semakin Red Flag Semakin Cinta

Semakin Red Flag Semakin Cinta

Ia mendapati matanya yang merah saat berkaca. ‘Gue marah, gue kecewa sama lo, Lad.’ Tangannya yang terkepal meninju tembok wastafel hingga ia kesakitan sendiri. ‘Brengsek, ternyata gue bukan yang pertama.’ Rain keluar dari kamar mandi setelah meredam kemarahan yang nyatanya tidak benar-benar bisa reda. Ia temukan Lady sudah meringkuk di bawah selimut.
920.1K viewsCompletedAdded to Library 602 Times as remuk redam
Read
+Library
DENDAM BERKALANG NODA

DENDAM BERKALANG NODA

Jendela persegi panjang yang langsung memperlihatkan pemandangan jalan besar. Terlihat seorang lelaki tampan dan gagah sedang duduk di atas kursi hitam kerja, sorot mata yang memiliki bola ber-Retina biru tua itu terlihat sangat suram. Raut wajahnya yang tampan siapa berani mendekat, dia seperti serigala buas dengan perangai yang mengerikan.
104.0K viewsOngoingAdded to Library 106 Times as remuk redam
Read
+Library
Mati Kembar

Mati Kembar

aku mulai takut dan panik kenapa bisa ada darah di sini? Tunggu! Ini, kan, mengarah ke kamarnya si kembar? Aku harus memeriksanya segera. Sebelumnya aku harus menyalakan lampu terlebih dahulu agar keadaan menjadi lebih terkendali. Sepersekian detik mulutku bagai dibungkam kuat, aku tak luasa berkata hingga aku melihat cairan merah mengental itu mengalir deras dari arah kamar si kembar. Tanpa pikir panjang, dengan tersengal-sengal aku belari ke kamar mereka. Deg!
105.8K viewsOngoingAdded to Library 203 Times as remuk redam
Read
+Library
PREV
1
...
456789
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status