Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Who Am I: Past Lives

Who Am I: Past Lives

a Ayahnya dan Reika bermain gelembung sabun, berlari kesana-kemari. Ia duduk di bangku bersama ibunya, sibuk membaca buku novel Negeri Para Bedebah, karya Tere Liye. “Leika, awas, sayang!” ujar wanita itu ketika melihat putri bungsunya hampir terselip. Mendengarnya, Lucy sontak ikut mengalihkan perhatiannya kepada adiknya.
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai resensi bulan tere liye
Baca
+Pustaka
Pria Super Kaya

Pria Super Kaya

Resti tentu mengenal dia. “Sialan kamu, Ter … untuk nggak bikin aku jantungan.” Tere terkekeh kecil. “Maaf, maaf … lagian ngapain coba melamun di sana?” Ekspresi Resti sontak berubah 360 derajat saat pertanyaan tersebut dilontatkan Tere, pasalnya mengingat dia kembali pada apa yang sedari tadi dia pikirkan. “Biasalah Ter, OB sialan itu selalu membuatku naik darah!”
8.9209.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.8K kali sebagai resensi bulan tere liye
Tampilkan Ulasan (41)
Baca
+Pustaka
Megumi
hallo semua ... aku mau ngasih pengumuman, maaf ya seblmnya. aku revisi besar2n di tanggal hari ini 30 November 2021. So, buat kalian yg udah baca sblm tanggal ini, makasih banyak, trs bisa dibaca ulang ya. pastinya lebih enak buat disimak. terimakasih....
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Takdir Yang Tersembunyi

Takdir Yang Tersembunyi

Vas bunga di ruangan itu pun tak luput dari amukan sang nenek sihir. "Astaga kasihan sekali kamu," kataku sambil memungut bunga yang berserakan di lantai. "Ngapain kamu kesini? Puas kamu mempermalukan saya, HAH?!" teriak Teresia. "Dasar perempuan tidak punya sopan santun! Lihat saja aku akan balas semua perlakuan kamu terhadap mama saya," cerocos Nadia yang ternyata ada di ruangan tersebut.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai resensi bulan tere liye
Baca
+Pustaka
Mantan Terindah

Mantan Terindah

puji Mira. "Mapan bagaimana? Kerja saja gak kok mapan," jawab Rendi. "Nah buktinya penampilanmu rapi, terlihat sedikit mentereng dan berduit pastinya he... he...." seloroh Mira. "Kamu bisa saja Mira, aku masih sama seperti dulu. Gak berubah, bahkan lebih kacau dari sebelumnya," jawab Rendi. "Perasaan enggak deh Ren, kamu lebih rapi dan ganteng. Hilang tuh penampilan gembel dan urakan yang menjadi ciri khasmu dulu," jawab Mira sambil melihat Rendi dari atas sampai bawah.
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai resensi bulan tere liye
Baca
+Pustaka
Bukan Salah Istri Kedua

Bukan Salah Istri Kedua

“Maaf ya aku tidak bilang kalau datang sama suamiku.” Kiara sudah duduk, lalu tersenyum pada Tere. “Tidak apa, Re. Em, sebenarnya apa yang bisa aku lakukan buat kamu?” “Sebelumnya aku mau mengakui sesuatu padamu, Ra,” seru Tere dengan raut berubah sendu. “Aku ... terkena penyakit parah, Ra.” Mata Kiara melotot dengan bibir sedikit terbuka. “Pe-penyakit parah? Jangan bilang obat-obat yang sering kamu minum itu-- .”
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai resensi bulan tere liye
Baca
+Pustaka
NURAGA

NURAGA

balas Tasya sambil membuka bukunya dan mengerjakan soal yang diberikan Bu Eka. Terlihat Salsa mengambil buku sedikit tebal berjudul Rindu karya Tere Liye dari laci mejanya dan menyodorkan pada Tasya. “Nih. Tadi ketinggalan dikantin.” Segera Tasya mengambil buku tersebut tanpa memandang Salsa dan memasukannya kedalam laci mejanya. Hening. Kata itulah yang tepat untuk mendeskripsikan kelas XI IPA 1.
2.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai resensi bulan tere liye
Baca
+Pustaka
The Secret Of Love

The Secret Of Love

Meski dengan jantung yang terus memompa darahnya dengan cepat, tak menyurutkan niatnya untuk memberikan bekal ini kepada Ari. Berdiri di balik dinding pembatas, Liana menatap Ari yang sedang duduk bersandar di bawah pohon mangga. Matanya fokus menatap sebuah benda yang sedang dipegang Ari. Sebuah novel karya penulis ternama - Tere Liye. Ada di genggamannya sekarang. "Sejak kapan dia menyukai baca novel?" Alis Liana berkerut memikirkan hal itu. Saat yang bersamaan, seseorang tiba-tiba mendorongnya keluar dari tempat itu.
2.3K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai resensi bulan tere liye
Baca
+Pustaka
Terjebak Mantra!

Terjebak Mantra!

Dan, selesailah tugas yang diperintahkan kakaknya. “Selesai, saatnya kita berangkat.” Hinia semangat sekali. “Baiklah, tinggal menunggu mobil terbang datang.” Hanai menambahi dengan gayanya yang dingin. Mobil terbang? Apakah benar ada mobil terbang di sini? Aneh sekali, sepertinya semua teknologi yang diceritakan dalam novel Tere Liye, ada di sini. Termasuk kamera terbang yang sangat kecil ukurannya.
1010.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 401 kali sebagai resensi bulan tere liye
Baca
+Pustaka
THE GREAT MAN

THE GREAT MAN

Sebagian yang lain terpingkal pingkal melihat badut mainan Tere. "Super heromu sudah mati! Sekarang giliranmu!" Seru Tere menatap marah Salika. Jilly yang sedang menggendong Kiara semakin takut. Apalagi, bola mata Tere menitik padanya. "Itu pasti anak haram hasil hubunganmu dengan si sialan itu!" Ujar Tere tajam. "Mau apa kamu?" Jilly sudah ketakutan. Dia melindungi Kiara dalam pelukannya.
9.1129.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai resensi bulan tere liye
Baca
+Pustaka
Istri 5 milyar

Istri 5 milyar

tanya Sere menatap Bulan yang menutup pintu lemari. "Merapikan rumah Nona, aku akan menyapu lantai," balas Bulan. "Aku pamit dulu Nona, apa Nona ingin sesuatu?" tanya Bulan pelan. "Aku ingin membantumu," jawab Sere dengan ceria membuat Bulan membulatkan matanya. "Tidak Nona, jangan! bisa - bisa saya dipenggal gara - gara membuat Nona kelelahan," ucap Bulan ketakutan.
108.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 269 kali sebagai resensi bulan tere liye
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status