Hati Yang Terpilih
jawab Ambu sambil meletakkan tubuhnya di sofa ruang tamu.
“Berkemas?”
“Iya. Tadi ayahnya menelpon meminta Nazwa pulang sekarang.”
“Ada apa?”
“Tidak diberitahu alasannya. Tapi ayahnya bersikeras agar Nazwa pulang hari ini.”
“Ooh,” gumam Razky dan ikut meletakkan pantatnya di sofa.
“Sudah selesai membantu di desa sebelah?” tanya Ambu.
“Sudah, Ambu. Ada lima rumah yang terkena longsor. Dua rusak parah, dan tiga masih bisa diperbaiki. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” terang Razky.