Hati Yang Terpilih
Mami Razky protes dengan keputusan ibunya.
“Sudah, Mi. kita pulang saja,” Papi Razky menengahi dan lebih memilih tidak beradu pendapat dengan mama mertuanya.
“Tapi, Pi,” Mami Razky terheran dengan sikap suaminya kali ini.
“Mami! Kita pulang! Sya, kamu juga!” ujar Papi dengan tegas.
Dengan enggan Mami mendekati Nien Sevina dan mencium tangannya walaupun dengan wajah merengut, setelah itu berjalan keluar. Diikuti oleh Papi dan Syasa.