Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mengejar Cinta Mas Dokter

Mengejar Cinta Mas Dokter

“Iya, kamu juga?” Nayli mengangguk antusias. “Apalagi kalau novel karya Tere Liye, Dee Lestari, Andrea Hirata, Asma Nadia, Kang Abik. Ceritanya bagus-bagus banget, berasa aku yang ngalamin. The best pokoknya,” cerocosnya dalam satu tarikan napas. Lawan bicara Nayli itu tertawa geli melihat antusiasnya ketika membeberkan beberapa penulis ternama Indonesia.
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai resensi pulang tere liye
Baca
+Pustaka
Aku Pulang, Tapi Bukan Padamu

Aku Pulang, Tapi Bukan Padamu

Itu jujur. Erica diam sejenak, lalu tertawa. Mungkin dia menganggapku pria iseng seperti yang lain. Tapi aku tahu, dia sedikit goyah. Ada sesuatu di matanya yang berubah saat aku bicara begitu. Sesuatu yang memberi harapan. Malam itu aku pulang dengan perasaan yang tak pernah kurasa sejak lama. Seolah aku baru saja membuka lembar pertama dari sebuah cerita yang lama kutunggu.
765 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai resensi pulang tere liye
Baca
+Pustaka
Teratai Yang Layu

Teratai Yang Layu

Yusuf kembali dengan tenang menjelaskan perihal sebenarnya pada Agista. Agista tersungkur lemas, badannya tiba-tiba terjatuh ke bawah dan menangis tersedu-sedu. "Ayo kak! Cepatlah kita segera pulang!" Agista menyeru Yusuf sambil menangis. Yusuf pun segera membayar kopi meski belum habis kopinya namun Yusuf mengikuti maunya Agista. Yusuf pun menjalankan mobil dengan kecepatan yang luar biasa agar cepat sampai ke rumah Agista.
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 172 kali sebagai resensi pulang tere liye
Baca
+Pustaka
Pembalasan Sang Pewaris yang Terbuang

Pembalasan Sang Pewaris yang Terbuang

***** "Aku sudah membayarkan uang tuntutan ke perusahaan Matlex, jika bukan karena bantuanku kamu mungkin sudah berada di dalam dipenjara." "Aku tidak memintamu untuk membayar uang tuntutan itu," sahutnya dingin. "Sebagai gantinya aku ingin kamu kembali ke rumah, itu bukan hal yang sulit untuk kamu lakukan bukan?" "Aku tidak akan pernah kembali ke neraka itu," Abraham berdecak kesal, "Kamu benar-benar mirip ibumu, keras kepala." "Dan aku sangat bangga akan hal itu, aku bersyukur aku mirip dengan ibuku."
103.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai resensi pulang tere liye
Baca
+Pustaka
Kembalinya sang Pewaris

Kembalinya sang Pewaris

putus Edgar cepat, tak ingin menjadi sasaran kemarahan sang tuan. Andi tak berkomentar dan langsung saja angkat kaki dari tempat itu. Edgar menghela napas panjang, "Mereka sama saja. Tidak ada yang mau mengalah." *** "Kenapa kau baru pulang, Glenn?" tanya Amelia Brawijaya yang tengah duduk sambil membaca majalah di ruang bersantai. Glenn menjawab, "Memangnya kenapa aku harus cepat-cepat pulang?"
1057.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai resensi pulang tere liye
Baca
+Pustaka
Kelahiran Kembali

Kelahiran Kembali

“Kemari!” Bahu meninggi, leher kaku yang 'tak memperhatikan. “Bro, aku pulang dulu, silakan nikmati pemandangan di sini.” Senyuman singkat mengakhiri pertemuan, Li xiao segenap jiwa ingin lari.
9.7111.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.3K kali sebagai resensi pulang tere liye
Tampilkan Ulasan (69)
Baca
+Pustaka
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Er_zhi.zhii
Izin promosi kak Yang suka dengan cerita reinkarnasi bisa mampir dicerita aku 'Menentang Dunia' Seorang reinkarnasi terakhir Dewi Es Yiren yang berjuang merebut kembali hak miliknya di Alam Dewa, dan menghukum Si pengkhianat yang menyebabkan peperangan antara Dewa dan Iblis.
Baca Semua Ulasan
Asmara untuk Abinawa

Asmara untuk Abinawa

Ia mengulurkan tangannya dan aku hanya menaikkan alisku karena bingung. “Gua mau minjem buku yang lagi lu pegang”, jelasnya yang kubalas dengan anggukan kepala dan bibir yang membentuk huruf o. Aku menyerahkan novel “Negeri Para Bedebah” karya Tere Liye itu kepadanya, namun aku tak mendengar ucapan terima kasih terlontar dari bibirnya yang agak tipis dan berwarna pink itu.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai resensi pulang tere liye
Baca
+Pustaka
Tak Lagi Punya Tempat Pulang

Tak Lagi Punya Tempat Pulang

Pemandangan yang terlihat sangat harmonis. Dengan keterangan di bawah: [Sebutan "Ibu" memang terlambat, tapi akhirnya terucap juga.] [Terima kasih kepada keluarga Bibi, telah memberiku keluarga kedua.] Beberapa komentar dari netizen: [Selamat, keluarga bibimu memang penyelamat.] [Selamat, semoga kamu bahagia selamanya.] Aku langsung menekan tombol suka di unggahan itu.
4.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai resensi pulang tere liye
Baca
+Pustaka
Pernikahan tanpa Bahagia

Pernikahan tanpa Bahagia

Ia bangun pagi tanpa tergesa, menyapu daun kering di teras, memasak sederhana, dan di sore hari membaca naskah-naskah lama yang masih disampul plastik. Suatu sore, ia menemukan satu naskah yang tidak pernah ia sentuh sejak Reza pergi. Judulnya hanya satu kata, ditulis dengan pulpen hitam oleh tangan Reza sendiri: “Pulang.” Laras memegang naskah itu cukup lama sebelum akhirnya membukanya. Kertasnya masih wangi kertas baru, tapi tulisannya sudah mulai pudar—seolah waktu berusaha menghapus jejaknya.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai resensi pulang tere liye
Baca
+Pustaka
Ternyata Kamu Tempat Pulang

Ternyata Kamu Tempat Pulang

Thérèse ingin pameran mini internal dalam dua minggu, dan semua tim bergerak cepat. Kirana memasuki studio proyek terasa lebih hangat sore itu, padahal AC masih di angka yang sama. Kertas-kertas konsep menempel di dinding; potongan dialog, sketsa ruang ingatan, dan peta alur interaktif memenuhi papan. Kirana berdiri di depan whiteboard, spidol menari pelan. Ia menuliskan: Checkpoint 3 — “Pintu yang Pernah Tertutup.”
830 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai resensi pulang tere liye
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status