Istri Yang Menanti Sentuhanmu
Keesokan harinya, Mas Raka melarangku untuk tidak ke kantor, dia ingin aku resign.
Hal kemarin membuktikan jika sangat bahaya keluar sendiri.
"Pikirkan aku, jangan buat aku selalu khwatir sayang." Bujuk Mas Raka.
Aku mengangguk, mungkin kini saatnya aku menurut, lagipula semua sudah tercukupi, jika aku bosan tinggal nonton TV atau melalukan hal lainnya.
Pagi itu aku meminta Mas Raka untuk mengantarku ke kantor, aku ingin memberikan surat resignku pada atasan ku.