Rahasia di tepi sungai
Aku terdiam mendengar teriakan yang terlontar dari wanita di depanku, seluruh citra dan anggapan tentangnya yang lembut dan ramah sirna seketika ketika melihatnya marah dan berteriak seperti tadi, sungguh tidak anggun.
“Aku bersalah karena memulai kekacauan kala itu, tapi aku juga tidak bisa menyerahkan diriku begitu saja pada guru,” ucap Silva.
“Kenapa?”
“Karena … itu berpengaruh pada nilaiku,” jawabnya terbata-bata, aku tertawa lantang mendengar hal polos darinya.
“Kenapa kamu tertawa?” tanya Silva.
“Habisnya tak kusangka ternyata angka nilai lebih penting dibandingkan kebenaran itu sendiri.”
Hot Chapters