Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Buruk Rupa

Buruk Rupa

ancam Argan. "Nih berdua ngapa yak? Perasaan tadi disini sedang dalam permasalahan hukuman, kok malah kejatah-menjatah sih? Dikira apaan coba bininya? Astaga...! Tobat...! Neraka makin jauh!" batin Allen bingung. "Eh... eh... mulutnya! Ntar Bapak kasih cabe rawit mau?" "Nah! Kebetulan Pak. Saya suka yang pedas-pedas. Hot-hot gimana gitu yahkan Pak?" ucap Argan dengan cengirannya.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai rian batagor
Baca
+Pustaka
Rahim Tawanan

Rahim Tawanan

Ia kesal pada otaknya yang buntu juga penjaga yang masih saja berkumpul di depan gerbang. “AAAA!” Ashyana tak sengaja berteriak dengan mata melotot karena ada ulat menempel di kakinya. Ia menghentak - hentakkan kakinya dengan ketakutan. Paling takut ia dengan hewan berbulu itu meski kecil.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai rian batagor
Baca
+Pustaka
littlematchstick
lumayan rame ceritanya, namanya cerita bebas dibuat meskipun gak masuk akal, bisa2nya orkay yg duitnya triliunan kalah info sama buronan ??? buronan tahu semua info detail orkay siapa tp orkay kesusahan cari info buronan dimana ??? kocak abisss .........
Adelia
maaf mengotori kolom komentarnya izin promosi cerita aku, aku harap kakak dapat membaca cerita aku dan memberikan nilai kepada cerita aku terimakasih kak Judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku.
Baca Semua Ulasan
Pendekar Cahaya

Pendekar Cahaya

Cepat sekali di depan aula sudah berdiri seseorang yang memiliki bentuk tubuh lucu, gemuk pendek dengan perut buncit dan kepala gundul, mulutnya tertarik ke samping seperti menyeringai. Beberapa biksu keluar dari dalam kuil dan menemui orang itu. Seorang biksu menyapanya dengan hormat, “Maaf Tuan, siapakah Tuan! dan ada keperluan apa mencari biksu kepala?” “Wuahahaha ... Aku Baroto si Kepala Martil, Subali berjanji padaku untuk bertarung setiap 15 tahun, hari ini aku memenuhi janji itu,” jawab orang itu.
1018.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 523 kali sebagai rian batagor
Baca
+Pustaka
Perjalanan Sang Batara

Perjalanan Sang Batara

Dia terlihat panik. "Ajian Narantaka milikmu dan ajian Brajamusti milik Santana, itu bersumber dari satu orang yang sama. Dia adalah putra Werkudara,sang otot kawat tulang besi yang bernama Gatotkaca. Ajian sakti ini adalah persatuan antara kekuatan para Dewa dari Werkudara dan kekuatan para Buta dari Arimbi. Sehingga Brajamusti sangatlah kuat dan tak bisa di bendung oleh apapun." kata Raja Jagat menceritakan silsilah ajian sakti tersebut.
1011.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 432 kali sebagai rian batagor
Baca
+Pustaka
Tuan Arrogan

Tuan Arrogan

batin Mysel enggan bersitatap dengan mata elang Nicko yang melotot. Jemari Mysel sibuk mengemasi pecahan kaca dan, “Auh,” Mysel meringis. Pecahan kaca tadi telah melukai jemari tangannya yang lentik dan mengeluarkan darah, memicu Nicko kembali bersuara. “Ceroboh!” umpat Nicko.
8.74.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai rian batagor
Baca
+Pustaka
Catur Rogo

Catur Rogo

beo Mahes. "Pitak bego," ejek Bagas dengan tawa menggelegar. Mereka semua tertawa kecuali Pethak. Meski tumbuh berbeda zaman, ia melewati banyak zaman dan memperhatikan sekitar. Entah ucapan atau perilaku manusia. Ia sering memperhatikan jadi tahu. "Sudah menertawai nama saya?" ucapnya dengan wajah datar dan membuat semuanya berhenti tertawa dan merasa bersalah setelah melihat wajahnya.
104.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai rian batagor
Baca
+Pustaka
BIDADARI BUTA SANG PRESDIR

BIDADARI BUTA SANG PRESDIR

Meski tak dapat melihat, tapi ia dapat mendengar jelas derap langkah seseorang yang berjalan ke arahnya. Lelaki itu adalah seorang yang berbadan tegap dengan kumis lebat dan cambang yang hampir menutupi semua pipinya. Sekilas wajahnya memang tampak sangar, ditambah lagi kulitnya yang legam dengan banyak tato di beberapa bagian tubuhnya. Di tangannya membawa sebuah senjata tajam yang bentuknya seperti sebuah parang dengan sedikit melengkung pada bagian ujungnya. "Hey bocah, apa yang kamu lakukan di sini? Sebentar lagi hari gelap, apa kamu ingin dimakan binatang buas bila tidak segera pulang hah?" Kembali lelaki itu berteriak kasar.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai rian batagor
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status