Sekuntum Rindu
Jika hendak diambil kembali, maka tak ada yang bisa menghalangi.
"Seperti itulah adikmu, sudah kenal dengan perempuan. Sudah tahu cara membedakan yang cantik dan yang nggak. Padahal dulu nggak pernah, cuma fokus ke raketnya saja." Ucap ayahnya sambil menyalakan rokok. Nando tersenyum. "Halah, Erwin itu cuma mengikuti contoh yang diberikan kakaknya saja." Ibunya ikut menimpali. Nando menggelengkan kepala sambil tersenyum mesra. Ayahnya menepuk bahunya perlahan dan ikut tertawa. "Apa sih Bu, saya dulu kan cuma satu orang saja." Ucap Nando perlahan. Dia lalu menatap jauh ke arah gunung di depan sana. 'seorang saja yang anak ibu cinta,' bisik hatinya. Cangkir kopi ia ambil lagi. 'Ah, sekarang mu
Hot Chapters