Om Teman Masa Kecil Ayah
Andra membungkuk dan berbisik di telingaku, "Panggil aku Tuan."
Aku mendongak, sorot mataku yang penuh keinginan membuat Andra puas. Namun, tatapan ayah di belakang menjadi dingin.
Ayah tampak tidak puas dengan sikapku. Saat aku hampir duduk di pangkuan pria itu, ayah menarik pinggangku dan membaringkanku lagi di lantai.
"Sayang, punya siapa yang lebih besar, Ayah atau Om Andra?"