Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
KUBUAT MEREKA KEPANASAN KARENA SUDAH MEREMEHKANKU

KUBUAT MEREKA KEPANASAN KARENA SUDAH MEREMEHKANKU

Menyebalkan sekali! "Kalau dia mau pinjam duit, jangan dikasih, biasanya itu trik dia untuk mencapai tujuannya," ucap Rindu dengan menyunggingkan senyum miring melihatku. Telingaku panas mendengarnya, karena apa yang dikatakannya itu sama sekali tidak benar. Aku berjalan ke arahnya, tentu dengan senyum yang masih tersemat manis dikedua sudut bibirku.
5.545.1K viewsOngoingAdded to Library 901 Times as rindu tere liye
Read
+Library
Nikah Yuk!

Nikah Yuk!

Adek Rindu Abang Dinda terduduk lemas di pinggir ranjang, untung saja dia tadi hanya berteriak di dalam hati saja. Jika dia tidak bisa mengontrol emosi, maka sudah di pastikan saat ini sudah banyak orang yang berlarian ke kamarnya. Gadis itu mengatur nafas yang menjadi sesak, lalu dengan pelan dia memukul dadanya. “Gila! Kenapa aku sampai berfikir Bang Rendra akan meninggalkan aku hanya karena masalah sepele itu?”
103.9K viewsCompletedAdded to Library 78 Times as rindu tere liye
Read
+Library
Istri Mungil Dosen Tengil

Istri Mungil Dosen Tengil

“Yaaampun, kak Rindu. Kenapa?” Rindu juga tidak tahu. Tiba-tiba kepalanya pusing, dan perasaannya ingin mual. Tika yang tadi menunggu di depan pintu juga mendadak lari. “Ya Tuhan, kenapa sayang?” “Pusing ma.” “Ayo, cepat masuk.” “Lia, tolong siapin sup hangatnya ya, sayang. Tinggal hangatin kok.” “Iya ma.” Tika dan Lia cekatan. Semua pakain Rindu juga segera diganti. “Rindu pusing biasa doang deh ma. Gak usah panik.”
1025.5K viewsCompletedAdded to Library 919 Times as rindu tere liye
Read
+Library
Membalas Perselingkuhan (Mantan) Suami

Membalas Perselingkuhan (Mantan) Suami

ujar Lia dengan lembut. Sementara itu, Rindi masih uring-uringan di dalam kamar. Ia mengepalkan tangannya kuat-kuat karena merasa sakit hati dengan perkataan Deva. "Awas aja kamu! Aku bakalan buat kamu jatuh cinta dan bertekuk lutut di hadapanku. Walaupun aku janda begini, aku punya sesuatu yang akan membuatmu tergila-gila," ujarnya dengan senyum sinis.
102.9K viewsCompletedAdded to Library 116 Times as rindu tere liye
Read
+Library
Sekuntum Rindu

Sekuntum Rindu

Nayla pun jadi serba salah. "Kenapa kamu yang meminta maaf kepadaku Nay? Kamu nggak salah. Itu tuh, preman Kendal yang sok jagoan itu yang bersalah!" bentak Zaid sambil mengepalkan tangannya. "Sudahlah Zaid, kamu dengan Nando tinggal selangkah lagi lulus. Aku tak mau kalian ribut, gak ada gunanya. Percuma, justru nantinya bisa berbahaya untuk kelulusan kalian. Aku juga nanti akan terseret. Lagipula, kamu kan tahu kalau dia itu memang temperamental". ujar Nayla dengan suara yang rendah. Tak banyak orang saat itu, dia melihat sekitar takut-takut kalau ada Nando disitu, akan ada perang pastinya. "Oh...bukan cuma dia yang temperamen, aku kalau diganggu juga akan terusik temperamen ku. Kau tingga
102.4K viewsOngoingAdded to Library 93 Times as rindu tere liye
Read
+Library
RINTIK YANG MENGGENANG

RINTIK YANG MENGGENANG

“Kalau itu membuatmu tenang…” Ganindira semakin menangis setela mendengar ucapan Ganesha. Hatinya sangat sedih saat mengingat segala kenangannya saat masih bersama Axell. Hatinya sudah terisi penuh dengan nama Axell. Seperti rintik hujan yang akan menggenang kalau terus turun, seperti itulah perasaan Ganindira terhadap Axell. Cinta Ganindira tulus kepada Axell, begitu juga sebaliknya.
3.3K viewsOngoingAdded to Library 120 Times as rindu tere liye
Read
+Library
Terbelahnya Rindu

Terbelahnya Rindu

“Sayang, Ibu tahu ini semua tidak mudah untuk kamu. Ada banyak hal yang terjadi antara Ibu dan Ayah, dan Ibu tahu mungkin kamu merasa sedih atau bingung. Tapi Ibu ingin kamu tahu, apa pun yang terjadi, Ibu akan selalu ada untuk kalian.” Sarah menatap ibunya, matanya berkaca-kaca. “Aku rindu seperti dulu, Bu. Aku rindu kita semua bisa tertawa dan bermain bersama. Dan… aku juga rindu Om Andi. Dia selalu membuat kita tertawa.”
1010.0K viewsCompletedAdded to Library 349 Times as rindu tere liye
Read
+Library
ANESTESI RINDU

ANESTESI RINDU

bisiknya lirih. ​Nama itu terasa seperti kunci yang berputar di dalam gembok yang berkarat. Setiap kali ia menyebutnya, ada getaran hangat namun menyakitkan di dadanya. Vanya mencoba bangkit, menyandarkan punggungnya pada tumpukan bantal. Kepalanya tidak sesakit dini hari tadi, namun rasa rindu itu, rasa rindu yang tidak memiliki wajah yang jelas, terasa semakin nyata.
107.5K viewsCompletedAdded to Library 188 Times as rindu tere liye
Read
+Library
Kerinduan Tak Berujung

Kerinduan Tak Berujung

Namun faktanya, cincin di tangan wanita itu tidak sama modelnya dengan cincin pernikahannya. Felix terhuyung-huyung mendekati pemilik kedai kopi, mengambil segepok uang tunai dan kartu bank dari dompetnya dan melemparkannya ke dadanya. "Aku punya banyak uang, kembalikan dia padaku, aku akan berikan semua uang itu untukmu." Karena ada polisi, pemilik kedai kopi terpaksa menelan amarahnya. "Tuan, aku nggak peduli seberapa kaya dirimu, tapi ada beberapa hal di dunia ini yang nggak bisa dibeli dengan uang."
17.8K viewsCompletedAdded to Library 409 Times as rindu tere liye
Read
+Library
Ku Titip Rinduku Dalam Naungan Cinta-Mu

Ku Titip Rinduku Dalam Naungan Cinta-Mu

Memang tak harus memiliki Itulah yang membuatku Berusaha melupakanmu Tapi rasa rindu ini Bagaimana caraku untuk bisa menghilangkannya? Akankah hati ini terus tersiksa Pada rindu yang tak bertepi? Yang membuat air mata ini jatuh. *** "Tentang rindu yang terpendam" Dibawah sebuah pohon yang teduh Beralaskan rerumputan hijau Hiasan air mata yang menetes Dan suara hati yang menangis
102.9K viewsOngoingAdded to Library 70 Times as rindu tere liye
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status