ARINDA
dengan membawa rasa bersalah, dokter itu berlalu pergi.
Perlahan kedua tangan Arinda menutupi wajahnya. Ia mulai menangis tergugu. Bayangan kehilangan Ibunya mulai berputar. Jangan, jangan Ibunya. Hanya Ibunyalah yang saat ini Ia punya.
"Kenapa tidak pernah memberitahu Arinda, Ma ...." isak gadis itu.
"Kenapa selalu diam saja ...."
"Dari mana Rinda dapetin uang sebanyak itu, Ma, Rinda perlu uang itu biar nggak kehilangan, Mama ...."
Bab Populer