Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
AIR MATA RINDU

AIR MATA RINDU

Dan entah kenapa senyuman itu justru terlihat menyeramkan di mataku. Ibu mengambil duduk di tepian ranjang, menatap penuh padaku. "Ada yang mau Ibu bicarakan sama kamu, Rindu." Apa? Bicara katanya? Tumben sekali ibu mertua mau bicara empat mata denganku. "Ada apa, Bu? I-Ibu mau bicara apa?"
1013.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 299 kali sebagai rindu tere liye
Baca
+Pustaka
ARINDA

ARINDA

dengan membawa rasa bersalah, dokter itu berlalu pergi. Perlahan kedua tangan Arinda menutupi wajahnya. Ia mulai menangis tergugu. Bayangan kehilangan Ibunya mulai berputar. Jangan, jangan Ibunya. Hanya Ibunyalah yang saat ini Ia punya. "Kenapa tidak pernah memberitahu Arinda, Ma ...." isak gadis itu. "Kenapa selalu diam saja ...." "Dari mana Rinda dapetin uang sebanyak itu, Ma, Rinda perlu uang itu biar nggak kehilangan, Mama ...."
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai rindu tere liye
Baca
+Pustaka
 Direndahkan Mertua

Direndahkan Mertua

tanya Susi, matanya penuh rasa penasaran. Rendi tersenyum tipis, sedikit mengangkat bahu. "Kadang, kita cuma perlu bantu tanpa alasan. Lagipula, saya tahu rasanya kalau nggak ada siapa-siapa buat diajak bicara atau tempat buat lari." Jawaban itu membuat dada Susi terasa hangat sekaligus sedikit tersentuh. Rendi tampak seperti seseorang yang pernah melalui masa-masa sulit dalam hidupnya.
103.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai rindu tere liye
Baca
+Pustaka
The Love Story Of Kinanti &Kinoy

The Love Story Of Kinanti &Kinoy

🎶Rindu 1/2 mati🎶 Kini Kinoy benar-benar di landa rindu. rindu yang menusuk dan merasuki dalam jiwanya.ia sangat merindukan Kinanti.ia mengingat semua kenangan manisnya bersama Kinanti.ia juga mengingat semua senyuman manis Kinanti. "Senyumanmu itu membuat hidupku tak tenang.selalu saja teringat di benakku tentang senyum manis di bibirmu.Ku sangat merindukanmu Kinanti",kata Kinoy.
105.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 173 kali sebagai rindu tere liye
Baca
+Pustaka
Goodbye Pacar

Goodbye Pacar

tanya Bintang. "Aku gak suka main janji," jawab Rindu. "Kenapa?" "Karena janji dibuat untuk diingkari." "Enggak gitu. Janji itu untuk memberikan kepercayaan pada seseorang, Sayang." "Aku gak percaya sama janji." "Oke kalau kamu gak percaya. Tapi kamu percaya gak sama aku?" "Untuk saat ini aku percaya." "Kalau nanti?"
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai rindu tere liye
Baca
+Pustaka
KUBUAT MEREKA KEPANASAN KARENA SUDAH MEREMEHKANKU

KUBUAT MEREKA KEPANASAN KARENA SUDAH MEREMEHKANKU

Menyebalkan sekali! "Kalau dia mau pinjam duit, jangan dikasih, biasanya itu trik dia untuk mencapai tujuannya," ucap Rindu dengan menyunggingkan senyum miring melihatku. Telingaku panas mendengarnya, karena apa yang dikatakannya itu sama sekali tidak benar. Aku berjalan ke arahnya, tentu dengan senyum yang masih tersemat manis dikedua sudut bibirku.
5.544.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 896 kali sebagai rindu tere liye
Baca
+Pustaka
Nikah Yuk!

Nikah Yuk!

Adek Rindu Abang Dinda terduduk lemas di pinggir ranjang, untung saja dia tadi hanya berteriak di dalam hati saja. Jika dia tidak bisa mengontrol emosi, maka sudah di pastikan saat ini sudah banyak orang yang berlarian ke kamarnya. Gadis itu mengatur nafas yang menjadi sesak, lalu dengan pelan dia memukul dadanya. “Gila! Kenapa aku sampai berfikir Bang Rendra akan meninggalkan aku hanya karena masalah sepele itu?”
103.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai rindu tere liye
Baca
+Pustaka
OKE, MARI BERCERAI

OKE, MARI BERCERAI

tantang Rindu. "Terserah! Pergi kalian!!"
10113.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.4K kali sebagai rindu tere liye
Baca
+Pustaka
Istri Mungil Dosen Tengil

Istri Mungil Dosen Tengil

“Yaaampun, kak Rindu. Kenapa?” Rindu juga tidak tahu. Tiba-tiba kepalanya pusing, dan perasaannya ingin mual. Tika yang tadi menunggu di depan pintu juga mendadak lari. “Ya Tuhan, kenapa sayang?” “Pusing ma.” “Ayo, cepat masuk.” “Lia, tolong siapin sup hangatnya ya, sayang. Tinggal hangatin kok.” “Iya ma.” Tika dan Lia cekatan. Semua pakain Rindu juga segera diganti. “Rindu pusing biasa doang deh ma. Gak usah panik.”
1024.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 897 kali sebagai rindu tere liye
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status