Pendekar Kera Sakti
"Nah, sekarang aku mau tidur. Kamu tidur di bantal sampingku saja, ya? Besok pagi kita main kembali. Kamu juga harus tidur lho, jangan begadang. Kalau kamu begadang, nanti masuk angin. Kalau kamu masuk angin, aku susah ngerokinnya. Habis tubuhmu kecil sih. Hi, hi, hi, hi...!"
Sang putri pun tidur. Cantik sekali dalam keadaan tidur begitu. Bibirnya sedikit merenggang bak delima merekah. Tanpa disadarinya, kupu-kupu emas itu memancarkan cahaya keemasan menyilaukan. Semakin lama cahayanya semakin terang dan bertambah besar.
Chapitres populaires