Dosa dalam Cinta
Kertas itu terasa panas, baunya hangus, sebagian hurufnya terbakar, namun satu kalimat terlihat jelas, ditulis dengan tinta merah yang merembes seperti darah:
“Jembatan tua. Tengah malam. Jawaban ada di sana, atau api akan melumat segalanya.”
Dada Satrio berdegup keras, seolah jantungnya hendak pecah menembus tulang rusuk. Surat itu bagaikan pecahan cermin yang menunjukkan bayangan masa lalu yang ia coba kubur dalam-dalam: Sekar. Nama itu menggema dalam pikirannya, membawa serangkaian kenangan yang meluncur seperti pusaran ombak menghantam batu karang. Sekar—wanita yang ia cintai sekaligus benci, pengkhianat dan kekasih, misteri dan luka. Jika benar ia masih hidup, apa yang telah ia lakukan
Hot Chapters