Alverez
"Baiklah, tapi hanya sebentar aku ada urusan lain."
Di sebuah kafe kecil yang tidak terlalu ramai, Bara duduk berhadapan dengan Mitha. Ia memperhatikan wanita itu dengan diam-diam. Dari dekat, ia bisa melihat bahwa Mitha bukan hanya cantik, tetapi juga memiliki sorot mata yang tajam dan penuh rasa ingin tahu.
"Jadi, Raka," ujar Mitha, menyesap kopinya. "Aku merasa kau bukan orang sembarangan. Kau memiliki aura seseorang yang pernah melewati banyak hal. Aku benar, kan?"