Penguasa Hati
“Kamu baik-baik saja?”
Dia tidak langsung menjawab. Matanya menatap lurus ke depan, ke arah jalan setapak yang basah, seolah sedang mengumpulkan kepingan kata yang tercecer di benaknya.
“Selama bertahun-tahun, hidupku terobsesi pada sebuah pencarian,” ujarnya pelan, nadanya berubah serius. “Aku mencari seorang gadis tanpa nama. Lalu, aku menemukan sebuah nomor. Nomor mahasiswa di selembar berkas beasiswa.”
Hot Chapters