Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
SPERANZA

SPERANZA

Milan, Italia, 28 Mei 2021. Saat ini sang purnama yang cantik jelita sudah duduk manis di langit yang begitu luas, sinarnya menyoroti setiap pergerakan makhluk di bumi. Cuaca yang cerah membuat kita dapat melihat sang purnama dengan jelas, begitu pula dengan keluarga bahagia yang tengah menatap purnama sambil berbincang hangat dan menikmati makan malam bersama.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 87 Times as ronce melati
Read
+Library
Kuranji

Kuranji

’ Kuranji melenting tegak, bersamaan dengan si Kumis berantakan yang berjuang bangkit sambil terhuyung-huyung. Melihat lawan belum sepenuhnya mampu menguasai keseimbangan, Kuranji melompat tinggi, kemudian bersalto sebelum menukik tajam dengan badan berputar seperti gasing, membentuk lingkaran tornado. Tangan kanan Kuranji terkepal lurus ke bawah. Ketika tornado terbentuk sempurna dan badan Kuranji berhenti berputar, badannya meluncur semakin cepat. Netra elangnya fokus pada satu titik—kepala si Kumis Berantakan.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 134 Times as ronce melati
Read
+Library
BERONDONG

BERONDONG

Walaupun bantuan tersebut hanya akan menambah kesengsaraannya. Tidak lama kemudian nomor ponsel yang Roney hubungi sudah terhubung. "Jangan pake celana pendek gini kalo Elang kesini ataupun ngajak Melan main" Roney mengacak rambut Melan. "Abang pergi dulu. Nanti malem abang jemput" pamit Roney tidak enak. Kemudian mengecup puncak kepala Melan. Melan hanya menggaruk tengkuknya. Pesan Roney sangat menyentil hatinya. Karena Melan malah sengaja sering mengenakan baju seksi agar Elang tertarik padanya.
108.2K viewsOngoingAdded to Library 246 Times as ronce melati
Read
+Library
SANTET

SANTET

SANTET PAKAIAN DALAM 11 Tepat tengah malam, Ita duduk di kursi menghadap jendela kamar Nining. Ia menaruh meja kecil di depan jendela kamarnya, menempelkannya ke tembok. Di atasnya Ita menaruh cawan yang telah ia isi dengan air, di atas permukaan cawan itu ia taburi bunga. Lalu dengan silet Ita melukai ujung jari telunjuk dan jari tengahnya. Darah menetes ke dalam cawan. Kemudian Ita mengaduk-aduk isi cawan tersebut, sehingga air yang tadinya bening seketika berubah warna menjadi merah. Secuil kemenyan ia bakar, baunya menguar menusuk indra penciuman. Asap itu meliuk-liuk disapu angin. Setelah Itu Ita menutup matanya, menangkupkan kedua tangannya di atas kepala. Mulutnya berkomat-kamit me
9.37.1K viewsCompletedAdded to Library 268 Times as ronce melati
Read
+Library
Mon Amour

Mon Amour

bisiknya. Farrin mendongak, ia tak menyangka jika ayahnya bisa berkata selembut ini. Dengan perlahan, ia menoleh keberadaan Vian di altar yang berdiri dengan gagah dan memakai tuxedo berwarna putih dengan aksen perak seolah benar-benar sewarna dengan gaun yang sudah ia coba beberapa hari yang lalu. Tunggu. Vian? Bukankah mempelai pria memakai tuxedo berwarna hitam, bukan putih?
108.4K viewsCompletedAdded to Library 218 Times as ronce melati
Read
+Library
Selìni

Selìni

Jika tadi gadis itu tertawa kecil, kali ini oktaf suaranya naik, tawanya kencang, "Aku tidak akan menyusahkanmu, Calum." "Namamu." "Apa?" "Aku sudah mengatakan namaku, sekarang giliranmu." "Eleanor, tanpa marga atau nama bawaan." Calum mengangguk paham, beranjak merapikan sisa bara api agar lebih kecil. Ia memutuskan untuk istirahat agar lukanya saat berkelahi dengan Elea beberapa waktu lalu bisa lebih cepat membaik. Lagipula ia memang lelah, menunggui perangkap miliknya agar menangkap sesuatu sampai berhari-hari. Calum sudah kurang tidur.
960 viewsOngoingAdded to Library 36 Times as ronce melati
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status