Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Petaka Mendua

Petaka Mendua

Masih saja di permalukan. Namun, ada hal yang membuat, malam acara lamaran ini menjadi unik. Bu Daung, Emak-emak yang terkenal garang dan juga julidnya luar biasa. Membela Aisya dan mempermalukan kembali si Romlah, yang bisa di kata, kawan terbaik untuk bergosip. "Bu Daung, kok belain pelakor? Sih." Kini, Bu Rahma, tetangga samping tokoku, mulai bertanya dengan heran.
1099.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai ronggeng dukuh paruk
Baca
+Pustaka
Syair Singgasana 1 : Prahara Di Balik Kabut

Syair Singgasana 1 : Prahara Di Balik Kabut

Gurun itu tak seperti di siang hari yang begitu panas membakar, di malam hari justru dingin menusuk daging begitu ngilu. Ketika selesai membangun kemahnya, Bayu langsung menyalakan api untuk menghagatkan tubuhnya yang mulai menggigil. Ia tak ingin menyendiri dan berlatih seperti kebiasaannya setelah mendirikan kemah, udara terlalu dingin untuk berlatih. Bisa-bisa pedangnya membeku. Bayu hanya diam menenlungkupkan tangannya ke tubuhnya sambil memandang hamparan pasir hitam yang berkilauan diterpa sinar rembulan yang memancar tanpa halangan. Seumur hidupnya baru kali ini ia melihat padang pasir seluas ini, malam hari. Dulu ia pernah bersama keluarganya ke Parangtritis di Jogjakarta, di sana ad
1015.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 392 kali sebagai ronggeng dukuh paruk
Tampilkan Ulasan (6)
Baca
+Pustaka
Tommy Rainbowisdom
Nah ini, novel fantasy yang aku tunggu-tunggu. Udah bagus, bikin penasaran lagi... Penasaran sama kelanjutan cerita Ganendra, Ayunda, dan karakter-karakter lain. Settingnya juga oke punya ... Ada kota favoritku, Palangkaraya. Cepet-cepet update, Thor!
fatekhatur rohmah
Temponya emang gak terlalu cepat, pelan tapi udah ada kejutan di bab-bab awal dan bikin penasaran. Dialognya bagus dan penulis bener2 pas ngasih momen yang bikin aku kaget alias ga buru-buru. Masih belum bisa ditebak tokoh jagoannya yh mana nih, plis deh yg kayak gini jangan cepet2 tamat
Baca Semua Ulasan
Sasakala

Sasakala

Tiba di jembata kecil, seorang nenek duduk dibawah seng sebagai atapnya dengan beberapa lukisan yang kanvasnya berbentuk persegi empat. “ Ini namanya Damar Kurung, Nyimas ” “ wah, aku pertama kali melihatnya ! ” Nyimas menjawab dengan mata berbinar. Nenek itu tersenyum ramah menyambut Arka dan Nyimas. Dia sedikit berdiri dengan merapikan dagangannya. “ mbah, aku mau beli damar kurung yang belum dilukis. Ada tidak ? ” tanya Arka “ oh ada nak, sampeyan mau beli berapa ? ”
9.82.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai ronggeng dukuh paruk
Baca
+Pustaka
Hantu Vila

Hantu Vila

Yang mereka lakukan adalah menjadi grup ronggeng keliling kampung yang ditonton anak-anak kecil lalu dilempari uang koin. Potong Saja Kakiku p ronggeng Sadiman semakin lama semakin terkenal. Mereka bukan saja berkeliling di kampung Ci Ijau, tapi juga ke kampung-kampung lain seperti Parakan Beusi, Cirinten, dan kampung Babakan Haur. Wajah Sarminah yang buruk rupa malah menjadi daya tarik sendiri di kampung-kampung tetangga, mereka juga terkagum-kagum dengan tarian Sarminah yang indah gerakannya. Bukan hanya anak-anak kecil saja yang menonton, orang-orang dewasa pun ikut berkrumun dan sesekali menyawer Sarminah.
9.917.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 475 kali sebagai ronggeng dukuh paruk
Baca
+Pustaka
Istri Kecil Om Dingin

Istri Kecil Om Dingin

ucap Bapak itu saat sudah berada di sebelah Emily. Emily menatap Bapak tukang becak itu. Ada perasaan ragu di dalam hatinya, tetapi melihat senyum Bapak itu yang terlihat sangat tulus akhirnya Emily mau di antar Bapak itu. "Eneng sebenarnya mau ke mana?" tanya Bapak tukang becak ketika Emily sudah naik dan duduk di atas becaknya. "Saya mau ke TPU Melati, Pak," jawab Emily sambil menatap jalanan yang di lalui.
9.9123.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.7K kali sebagai ronggeng dukuh paruk
Baca
+Pustaka
Teman Seranjang

Teman Seranjang

Entah bagaimana Luke sakit hati nantinya. "Morning, Tante." "Morning juga, Jordi." balas Ranti yang masih kaku dengan Jordi. "Ayo makan dulu." ajak Alice. Hidangan khas Indonesia sudah ada di atas meja. Nasi, ayam goreng, tempe goreng, tahu goreng dan sayur lalapan. Tak lupa juga dengan sambel dadak. "Wangi banget masakannya. Kangen deh masakan seperti ini," tukas Jordi.
107.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 163 kali sebagai ronggeng dukuh paruk
Baca
+Pustaka
Di balik Kematian Adikku

Di balik Kematian Adikku

aku berjalan ke pengkolan tempat tukang ojek konvensional mangkal. "Bang, ojek," kataku. "Iya, Mbak," Seorang anak muda mengeluarkan sepeda motor dan mendekat padaku. "Kampung Peteng, Mas," kataku sambil naik. Nama kampungku Peteng, dalam bahasa Jawa artinya gelap. Ada ceritanya, lho ... Dulu, katanya waktu akhir tahun delapan puluhan, sedang giat-giatnya listrik masuk desa di kecamatan kami. Dari tujuh belas kelurahan yang ada, semuanya sudah menyala listrik kecuali desa kami yang masih Peteng ~gelap~ dikarenakan lokasi yang sulit untuk instalasinya. Harus melewati hutan jati yang lumayan luas, perkebunan dan jalan yang belum mulus. Dari situ lah semua orang kalau menyebut desaku dengan seb
107.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 266 kali sebagai ronggeng dukuh paruk
Baca
+Pustaka
Pesugihan Nyi Kukun Peliharaan

Pesugihan Nyi Kukun Peliharaan

Leha memutar-mutar kujang itu, meneliti susu istimewanya. Dia tahu, kujang adalah salah satu simbol benda pusaka daerah Jawa Barat. Namun, fungsinya apa untuk dirinya? Leha teringat sesuatu. Perlahan benda itu dia dekatkan ke hidungnya. "Tidak bau," gumam Leha, dengan keningnya yang berkerut. Leha pikir jika itu benda pusaka, maka akan tercium wewangian aneh yang tidak bisa. Entah itu menyan, atau minyak wewangian yang menyengat.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai ronggeng dukuh paruk
Baca
+Pustaka
Ada Berondong Tua

Ada Berondong Tua

Bebek khas Surabaya dengan sambal hijau. "Mau yang ini?" tanya lelaki itu. Ketika dia lengah, Hayu melepaskan tangan. "Boleh. Kayaknya enak." Lalu ada kursi kosong di sudut dan mereka duduk. Tama memesan dua porsi bebek goreng beserta minuman. Tak lama menunggu, pesanan mereka tiba. Hayu mengambil sedikit dan sangat amazing dengan rasanya. Dia juga mencoba urapan sayur yang ternyata sangat cocok dipadu dengan daging bebek yang gurih.
104.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 154 kali sebagai ronggeng dukuh paruk
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status