Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
LEGENDA KAMESWARA

LEGENDA KAMESWARA

Sekarang dia melanjutkan tugas berikutnya, tapi tiba-tiba dia tepuk kening sendiri. "Aduh, kenapa aku lupa menanyakan kepada si Nenek?" Dia hendak balik lagi, tapi sudah tanggung jauh. Akhirnya dia memilih bertanya pada orang yang ketemu di jalan saja. *** Pantai utara Waruduwur termasuk dalam wilayah kerajaan Japura. Tempat para nelayan mencari ikan untuk menyambung hidupnya. Senja hari, di satu tempat tidak jauh dari pantai yang agak sepi, Prabu Amuk Marugul tampak berdiri mematung menghadap ke laut.
1017.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 513 kali sebagai ronggeng dukuh paruk
Baca
+Pustaka
Cinta di Antara Sawah

Cinta di Antara Sawah

“Lumpur sawah ini bukan musuh, tapi teman yang bikin kita kuat.” — Peribahasa Jawa, lereng Merbabu Siang itu, Sidomulyo penuh tawa dan lumpur. Festival Popokan, tradisi tolak bala khas desa-desa sekitar Magelang, berlangsung meriah di petak sawah dekat balai desa. Hamparan padi muda yang biasanya tenang kini jadi arena perang lumpur. Anak-anak muda desa ngumpul dan lempar-lemparan gumpalan tanah basah sambil teriak atau ketawa kencang. Gamelan dari panggung bambu kecil di pinggir sawah main lagu-lagu Jawa dan bikin suasana hidup. Warga bawa tumpeng atau ketan kuning dan duduk di tikar anyaman sambil nyanyi bareng atau cerita soal panen. Bau tanah basah bercampur aroma ketan kukus dan asap ka
799 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai ronggeng dukuh paruk
Baca
+Pustaka
Pendekar Sinting dari Laut Selatan

Pendekar Sinting dari Laut Selatan

Di rimba persilatan tanah Jawa, Nini Jonggrang lebih dikenal dengan julukan Nenek Pengumpul Bangkai. "Hey, anak muda berambut merah!" tukas nenek yang disebut Patih Bagaspati dengan nama Nini Jonggrang. Tidak ada lagi anak muda berambut merah lain yang dimaksudnya kecuali Angon Luwak. Angon Luwak terpana-pana. Apa urusannya dengan si nenek jelek itu sampai dia yang pertama kali ditukasi. Apa telah terjadi kesalah pahaman. Tak peduli pada keterpanaan Angon Luwak, nenek jelek tadi menyambung ucapan bersuara sama serak dengan teriakan lapar sekawanan burung pemakan bangkai.
98.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 227 kali sebagai ronggeng dukuh paruk
Baca
+Pustaka
Tergoda Suami Sewaan

Tergoda Suami Sewaan

"Ehm, aku kayak familiar sama nama tempat itu." "Parakan Salak itu nama desa di kaki Gunung Salak. Ada 4 dusun yang namanya sama. Parsal 1, kampung settingnya cerita Kang Rahagi. Parsal 2, kampungnya Emak Ira. Setting cerita Varo." "Yang ada pocong itu, Parsal berapa?" "Empat. Paling ujung dan posisinya di atas. Rada jauh sama dusun satu sampai tiga."
102.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai ronggeng dukuh paruk
Baca
+Pustaka
Rayuan Maut Para Tetanggaku

Rayuan Maut Para Tetanggaku

Bu Sarah mengarahkan Pak Andi ke sebuah rumah makan Sunda yang tersohor, Saung Ranggon namanya. Bangunan utamanya terbuat dari bambu dan kayu jati tua, atapnya berupa anyaman ijuk yang masih meneteskan air hujan. Dari teras belakang, pemandangan membentang luas: hamparan sawah hijau basah, bukit-bukit hijau gelap yang diselimuti kabut tipis, dan di kejauhan Gunung Tangkuban Perahu menjulang megah dengan uap putih yang sesekali mengepul dari kawahnya.
1081.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai ronggeng dukuh paruk
Baca
+Pustaka
Rengkuhan Hangat Adik Ipar

Rengkuhan Hangat Adik Ipar

"Tiap hari Mama menagih cucu! Tiap hari Mama nyindir-nyindir soal pewaris! Kamu bisa ngasih nggak?! Enggak, kan?! Kamu mandul!" Kata 'mandul' itu terlempar seperti belati. Alina memejamkan mata sekejap untuk menahan sesak yang makin menghimpit badannya, lalu Alina kembali membelalakkan mata dengan tatapan tajam. "Lalu solusi otak udangmu itu adalah menanam benih di rahim wanita lain?!" balas Alina tak kalah sengit.
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai ronggeng dukuh paruk
Baca
+Pustaka
Ujung Koridor

Ujung Koridor

Tok tok tok Ceklek Saat pintu kamar Airin terbuka, disana ada Arkan. Airin tau apa yang saat ini ada diotak abangnya itu. "Apa?" tanya Airin ketus. "Jangan jutek-jutek jadi cwek. Nanti ga punya jodoh loh." jawab abangnya basa-basi. Airin hanya memutar bola matanya malas. "Iss udah, langsung ke intinya aja bang. Apaan?" desak Airin.
102.8K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai ronggeng dukuh paruk
Baca
+Pustaka
KAMPUNG HALIMUN

KAMPUNG HALIMUN

Duag Duag Duag Oaaaaaa Oaaaaaa Makhluk berbentuk Bayi besar tersebut muncul dan memaksa masuk ke ruangan Dudung dan Dian berada, bahkan dia mencoba merusak lemari dan meja yang sudah disimpan disana dengan cara mendorongnya. Dan itu membuat Dian yang baru pertama kali melihatnya hanya bisa terdiam sambil memegang ujung kursi dan tidak bisa berbuat apa-apa, karena dia merasakan ketakutan yang mendalam ketika melihat makhluk yang baru dia lihat seperti ini.
9.631.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 898 kali sebagai ronggeng dukuh paruk
Tampilkan Ulasan (22)
Baca
+Pustaka
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Joy Julia
Sepertinya mending selesaikan Warung Tengah Malam dulu Thor, sudah terlanjur seru, biar bs fokus satu per satu dulu. Kampung Halimun seru jg, tp blm panas. Bakal geregetan kalau disana masih bersambung, disini bersambung
Baca Semua Ulasan
Hotel Bekas Pembunuhan

Hotel Bekas Pembunuhan

tanya Dian Rara. “Entahlah mungkin mereka kira kita itu setan,” kata Dulhanan sambil tertawa. Rombongan itu akhirnya tiba di kampung Ciberang, suasana di sana ramai sekali. Panggung besar sudah disiapkan untuk pentas jaipong. Bedu, Jaro, Sardi dan Dulhanan langsung menabuh alat-alat jaipong. Dian Rara pun meliuk-liuk bergoyang dengan lincah. Penonton bersorak melihat goyangan Dian Rara. Satu persatu, penonton itu naik ke panggung untuk nyawer. Di tengah-tengah pertunjukan, tiba-tiba Bedu izin buang air kecil. Dia turun dari panggung dan segera mencari semak-semak.
8.314.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 407 kali sebagai ronggeng dukuh paruk
Baca
+Pustaka
Cewek Berengsek Itu

Cewek Berengsek Itu

Ia yakin ada tujuan tersembunyi dari pemberian uang tersebut. "Maaf, Bang. Aku jalan lagi," ujar Rendi seraya meraih dua kruk yang tersandar di depan bangku tempat mereka duduk. Perlahan ia berdiri. Menyorongkan pangkal kruk ke bawah ketiaknya. Dengan diawali kaki kiri ia melangkah mengimbanginya dengan langkah kruk sebelah kanan. Tidak terlalu susah menggunakan alat bantu itu. Kuncinya hanya tekun dan serius.
9.73.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai ronggeng dukuh paruk
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status